oleh

Meterial Proyek Tol Dalam Kota Pettarani Dirusak Massa

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Rezky Nurul-Headline, Metro, Peristiwa-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus masih terus bertahan di sekitar Jalan AP Pettarani Makassar, Jumat (27/9) malam.

Tuntutan mahasiswa itu masih sama yakni menolak sejumlah Rancangan Undang Undang (RUU) yang menjadi polemik karena dinilai terdapat banyak pasal karet dan tidak jelas.

Bahkan, sejumlah fasilitas untuk proyek pembangunan jalan layang AP Pettarani tak luput dari amukan massa. Tidak hanya itu, sejumlah pagar pada salah proyek terbesar di Kota Makassar itu dibakar.

Pelaksana Lapangan Proyek Jalan Layang Pettarani, Wahyu mengakui jika sejumlah barang yang digunakan pada proyek dibakar massa. “Sudah habis barang-barang, kebakar semua, seperti pagar dan kayu penyangga,” kata Wahyu.

Sementara itu, mahasiswa STIE Nobel yang ikut dalam aksi Imaduddin mengatakan aksi yang dilakukannya itu sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa dan masyarakat kepada DPR yang terkesan memaksakan pengesahan RUU yang tidak relevan dengan keinginan masyarakat.

“Kami menduga ada kepentingan pihak luar yang coba mengobrak abrik kedaulatan NKRI. Terkhusus dalam tatanan hukum, politik, sosial dan ekonomi,” kata Imaduddin.

Ia berharap pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan DPR untuk lebih jeli dan peka dalam membaca situasi masyarakat hari ini.

“Kita mendukung RKUHP tapi beberapa pasal dalam RUU itu terkesan sepihak tanpa melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Adapun ketika ditanya mengenai fasilitas proyek Jalan Layang AP Pettarani, ia mengatakan hal itu bentuk kekecewaan massa karena sehabis magrib terjadi pelemparan kearah massa.

“Tadi mau bubar secara tertib tapi ada oknum yang melalukan penyerangan terhadap mahasiswa, entah itu warga atau kepolisian sehingga memantik emosi mahasiswa dengan melempar balik dan membakar sejumlah pagar proyek sebagai pertahanan,” pungkasnya. (*)

Komentar