oleh

Wamena Butuh JK

Editor : Lukman Maddu-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Konflik sosial yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, mengundang keprihatinan semua pihak.

Banyak kalangan menilai jika Wamena saat ini butuh figur yang bisa mendamaikan, dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dinilai sebagai sosok yang tepat untuk situasi seperti ini. Apalagi JK memang dikenal sebagai juru damai. Contoh kisruh Ambon dan Poso berhasil diredam oleh JK.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua, sejak peristiwa itu terjadi pada Senin (22/9/2019) lalu, tercatat ada 24 warga Sulsel dikabarkan tewas dalam kerusuhan itu. Sementara konflik di Wamena masih terus terjadi, bukan tidak mungkin korban akan bertambah.

Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulsel, M Roem, meminta kepada orang-orang yang berpengaruh agar kiranya mengambil langkah-langkah secepat mungkin, agar konflik yang terjadi di Wamena tidak meluas.

“Kita berharap agar semua orang bisa mengambil langkah konkret untuk meredakan konflik. Karena ini bukan pertama kali dan kita ketahui juga begitu banyak warga Sulsel di sana,” kata Roem, Senin (30/9).

Peran pemerintah provinsi, kata Roem, sangat dibutuhkan. Khususnya, untuk memfasilitasi warga Sulsel yang ingin kembali ke kampung halamannya.

Untuk penyelesaian konflik jangka panjang, sosok JK memang dibutuhkan. Tapi untuk jangka pendek, sebaiknya pemerintah provinsi bertindak cepat. “Semua harus turun tangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, telah berada di Wamena, Papua, untuk melihat langsung kondisi warga Sulsel yang ada di sana.

Menurut Andi Sudirman, Pemerintah Papua telah melakukan berbagai macam pendekatan untuk meredakan konflik. Termasuk menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama. Kondisi Wamena pun sudah mulai lumpuh, meski kondisi perekonomian masih lumpuh total. “Warga yang telah didaftar untuk dievakuasi kurang lebih sepuluh ribu orang,” ungkapnya.

Komentar