oleh

Srikandi Ikut Tergiur Jabatan Kepala Daerah

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Yadi-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Eksistensi kaum perempuan di kontestasi Politik semakin bersinar. Usai Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Kaum Perempuan kembali akan menunjukkan kemampuannya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Khusus di Sulsel, dari 12 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada, sudah ada beberapa kaum hawa yang mengincar kursi kepala daerah.

Di Makassar misalnya, ada nama Andi Rachmatika Dewi, Aliyah Mustika Ilham dan Julia Putri Noor. Kemudian di Maros figur perempuan yang mencuat yakni, Nurwahyuni Malik, Suhartina Bohari dan Haeriah Rahman.

Di Bulukumba ada nama Hilmiaty Asip yang mulai santer muncul ke publik. Sedangkan di Barru muncul nama Bendahara Golkar Sulsel yang juga anggota DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari. Di daerah Luwu Utara, nama Indah Putri Indriani masih menjadi primadona.

Julia Putri Noor yang dikonfirmasi menegaskan keseriusannya maju di Pilwalkot Makassar. Hal itu ditandai dengan mendaftar di sejumlah partai politik yang membuka pendaftara. Diantaranya NasDem, PDIP, Golkar dan Perindo. “Saya sudah daftar di beberapa partai sebagai bentuk keseriusan saya,” ujar Julia.

Julia mengaku, dirinya maju sebagai peserta pada kontestasi Pilwalkot Makassar untuk mewakili kaum perempuan. Salah satu komitmen yang ingin dibangun yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta menata kota demi pembangunan berkelanjutan.

“Saya bukan pemdatang baru, tapi sudah dikenal. Tentu saya maju sebagai wali kota dengan tekad membangun SDM dari bawa sampai atas. Menata kota dan bekerja cerdas untuk Makassar berkelanjutan,” tutur aktivis perempuan ini.

Pimpinan komunitas jendela pendidikan nusantara ini menambahkan, sejau ini dirinya sudah membangun komunikasi dengan beberapa kandidat calon wali kota lainnya. “Sejauh ini juga ada komunikasi dengan semua calon. Tentu untuk lebih baik,” terang praktisi sosial itu.

Andi Rachmatika Dewi alias Cicu juga menunjukkan keseriusanya untuk kembali ikut bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Makassar. Ketua Partai NasDem Kota Makassar itu juga telah mendaftar disejumlah parpol. “Semua partai pernah sama-sama di Pilwalkot 2018 dan silaturahmi itu tetap terjaga sampai hari ini, jadi tidak terlalu sulit untuk menyatu. Oleh karena itu saya optimis,” kata Cicu.

Sebagi kader parpol, dirinya sangat paham bagaimana kerja-kerja partai disetiap momen Pilkada, sehingga dirinya sangat berharap, partai kembali memberikan kesempatan untuk bertarung Pilwalkot 2020 mendatang. “Tentu besar harapan untuk bisa kembali berjuang bersama partai,” tutup dia.

Hal menarik juga terjadi di Bulukumba. Belum lamaini juga figur perempuan Hilmiaty Asip membuat kejutan. Dimana mantan Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan yang membangun komunikasi dengan politisi perempuan ini.

Hal itu terlihat ketika Bupati Bulukumba periode 2010-2015 itu menyambangi kediaman Hilmi–sapaan Hilmiaty Asip beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu Hilmi juga mendapat restu dari Zainuddin Hasan untuk maju sebagai kontestan di Pilkada Bulukumba.

“Kunjungan silaturahmi, saya (Hilmiaty Asip) sekaligus ijin dan soan ke beliau (Zainuddin Hasan), minta restu ke beliau. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya dapat restu dari sosok mantan Bupati yang banyak membawa perubahan di Bulukumba,” ujar Hilmi.

Seperti diketahui, Hilmiaty Asip merupakan anggota DPRD saat pemerintahan Zainuddin Hasan. Hilmi yang merupakan politisi Partai Hanura Sulsel, memang cukup populer dan banyak digadang dikalangan para bakal calon.

Lain halnya di Kabupaten Maros salah satu daerah yang akan menggelar Pilkada serentak di Sulsel tahun depan. Sejumlah nama yang akan maju pun mulai mengerucut.

Terbaru, Suhartina Bohari diisukan kuat akan mendampingi Harmil Mattotorang di Pilkada Maros tahun mendatang.

Suhartina Bohari merupakan mantan Anggota DPRD Maros dua periode dan Caleg DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia juga merupakan Wasekjen DPP PAN.

Adik ipar Bupati Maros Hatta Rahman itu pun tidak membantah kondisi tersebut. Ia mengaku, sudah berkomunikasi cukup intens dengan beberapa figur cakada termasuk Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang.

“Bukan hanya satu calon, sudah beberapa komunikasi untuk membangun kerjasama di Pilkada Maros,” kata Suhartina Bohari secara singkat.

Lembaga Konsultan Politik Nurani Strategic, menyarankan para figur yang akan bertarung di Pilkada 2020 untuk mempertimbangkan mengambil figur perempuan sebagai pendampingnya (wakil).

“Berdasarkan penelitian awal lembaga ini jelang Pilkada 2020, figur perempuan termasuk yang paling diinginkan pemilih untuk tampil di kontestasi demokrasi,” ujar Direktir Nurani Strategic, Nurmal Idrus.

Menurutnya, di beberapa daerah, figur perempuan yang tampil meski itu di posisi 02. Selama beberapa dekade sejak pemilihan langsung digelar, memang sangat jarang ada figur perempuan yang tampil. Hanya di daerah tertentu. “Mayoritas pemilih terutama pemilih perempuan di beberapa daerah nama mereka diinginkan,” pungkasnya. (RS)

Komentar