oleh

Fakultas Teknik Kelautan Unhas Hadirkan Alat Pemecah Ombak Ramah Lingkungan

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Universitas Hasanuddin (Unhas) patut berbangga dengan temuan baru tim Teknik Kelautan yang berhasil menghadirkan alat pemecah ombak terapung atau Floating Break Water.

Memiliki konsep yang lebih ramah lingkungan dan mampu menekan biaya produksi, Floating Break Water ini digadang gadang mampu menggantikan pemecah ombak konvensional yang telah umum digunakan.

Fungsinya menurut Chairul Paotonan selaku Ketua Tim peneliti Floating Break Water mengatakan pada prinsipnya Pelabuhan harus aman dari gangguan gelombang.

“Beberapa pelabuhan di Indonesia tidak memiliki alat pelindung atau pemecah gelombang sehingga beberapa hari dalam satu tahun tidak bisa beroprasi dan secara finansial akan rugi,” katanya.

Sehingga Kata dia, permasalahan ini harus dihadirkan sebuah solusi. “Nah dengan adanya alat ini kita mampu memaksimalkan fungsi dari pelabuhan dengan menghadang gelombang namun tidak secara keseluruhan sehingga ramah lingkungan,” tuturnya.

Keunggulannya, kata Chairul, diantaranya dimensinya kecil dibanding yang lain yang artinya biaya akan lebih rendah serta ramah lingkungan.

“Kalkulasi kasar penghematan biaya bisa sampai 60 % dibanding yang konvensional, terlebih alat ini sangat tepat digunakan diperairan dalam yakni 15 meter keatas,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menyebutkan nantinya akan melakukan uji material dan memilih antara baja, besi atau beton yang pas digunakan pada alat ini.

“Nantinya alat ini akan terapung sehingga harus dipastikan penjangkarannya baik, benda atau material tidak bocor dan tali tidak putus,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Pusat Kementrian Perhubungan Badan Litbang Perhubungan, Sahattua merasa bersyukur Unhas memiliki fasilitas sarana dan prasarana pengujian model Floating Break Water sehingga memudahkan pengujian dan menghasilkan kerjasama.

“Melalui kerjasama ini kami mengusahakan pekerjaan yang menghasilkan pedoman. Untuk pengaplikasiannya, jika diselesaikan tahun ini kami akan sampaikan dalam bentuk desiminasi ke kementrian perhubungan,” pungkasnya. (*)

Komentar