oleh

Media dan Stunting

Editor : Lukman Maddu-Kolumnis-

BACAPESAN.COM – MEDIA massa sesungguhnya berperan penting dalam mengurangi stunting di Indonesia. Alasannya, media dapat menyebarkan informasi seputar tentang stunting

Melalui karya-karya jurnalistik, baik di media cetak, televisi maupun di online, masyarakat diharapkan mendapat pemahaman mengenai stunting pada anak, terutama mengenai dampak yang ditimbulkan, serta cara mengatasinya

Media dapat berkolaborasi dengan stakeholder, baik itu pemerintah maupun swasta yang sama-sama peduli terhadap penurunan stunting anak

Maka, sedemikian pentingnya pelibatan media dalam upaya penurunan stunting itu, maka penulis menarik kesimpulan untuk membuat tajuk singkat seperti di atas (Media dan Stunting)

Lalu pertanyaan pentingnya? apakah media selama ini sudah maksimal terlibat dalam konteks itu?

Fakta menunjukkan, keterlibatan media dalam misi itu, ternyata masih sangat minim. Meskipun itu ada, namun ruang yang diberikan hanya sebagian kecil saja dimuat di media

Akibatnya, masyarakat yang mengonsumsi tayangan televisi, membaca koran atau berita di media siber online, kurang mendapatkan pengetahuan tentang stunting anak

Tentu ada banyak faktor, mengapa kemudia media sangat sedikit berperan di dalamnya. Salah-satunya adalah minimnya kerjasama antarmedia dengan pemangku kepentingan dalam arti yang sangat luas

Menjadi catatan penting dalam dunia jurnalistik. Tidak semua penulisan tentang stunting dianggap oleh media sebagai sesuatu yangmenarik dan beritanya layak ‘dijual’ ke publik.

Nah, menyikapi problem itu, pemateri berpendapat, pemerintah/swasta maupun stakeholder lainnya perlu memperbanyak diskusi tentang stunting serta kaitannya dengan gizi dan sanitasi.

Dengan diskusi yang menarik tentang stunting itu sendiri, maka diharapkan dapat memantik perhatian media maupun masyarakat terlibat di dalamnya untuk berama-sama mengurangi stunting anak.

Dalam skala yang lebih spesifik, Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya, sebenarnya sudah melakukan berbagai cara dalam menekan stunting di Bumi Nene Mallomo ini.

Namun, intervensi fisik dan gelontoran dana melalui program-program nyata, tentu belum cukup tanpa keterlibatan media di dalamnya.

Mengapa? sebab media bisa memberi tayangan lebih menarik di televisi dan bisa dibaca berulang-ulang media cetak maupun online, sehingga dapat memberi penyadaran (Secara sadar) ke masyarakat akan pentingnya mencegah stunting

Sebagai kesimpulan, mari kita semua yang mencari bagaimana model yang efektif untuk mensosialisasikan pentingnya menekan stunting, termasuk melalui media sosial (Medsos). (**)

Penulis:  Edy Basri
(Kepala Perwakilan Harian FAJAR Wilayah Ajatappareng)

Komentar