oleh

Imigrasi Kelas II TPI Parepare Kukuhkan Timpora Sidrap

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ridwan Wahid-Sidrap-

SIDRAP, BACAPESAN.COM – Pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menggelar pembentukan dan pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Sidrap di Ball Room Hotel Grand Sidny JL. Muhammad junaid No 11, selasa(15/10).

Acara tersebut dihadiri Kapolres Sidrap AKBP Budiwahyono S.Ik.MH, Dandim 1420 Sidrap yang diwakili Danramil Dua pitue Kapten Amir Sabana, Bupati Sidrap diwakili H. Amir wali staf ahli bupati, Kepala Kejari Sidrap diwakili Kasi Intelijen M Akbar Ilyas, Asisten 2 Pemerintah Kab Sidrap A. Faisal Ranggong, Kasubid intelijen Kemenkumham Sulsel Darman, para camat dan lurah se Kabupaten Sidrap.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, memaparkan maksud dan tujuan dibentuknya Timpora ini.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa, dibentuknya Timpora ini, agar dapat menjadi wadah komunikasi antar aparatur pemerintah, untuk menyatukan persepsi antar instansi.

“Hal ini sebagai upaya kita bersama dalam rangka mengawasi orang asing yang masuk di wilayah kita masing-masig,” kata Putra.

“Tujuannya iyalah, dalam rangka penguatan pengkoordinasian, keterpaduan, penyelarasan tugas dan fungsi, serta pemberian informasi tentang perkembangan keberadaan orang asing,” paparnya.

“Melalui rapat Timpora ini, diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal terkait pengawasan keberadaan orang asing, juga dapat memberikan manfaat bagi kemajuan daerah,” harapnya.

“Harus juga diwaspadai, agar tidak memicuh kerawanan,” imbaunya.

Rapat dibuka oleh Staf Ahli Pembangunan dan Pemasyrakatan Kabupaten Sidrap Andi Amir Wali.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Sidrap, mengapresiasi terselanggaranya kegiatan ini.

“Timpora adalah lembaga pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi terkait keberadaan, dan kegiatan orang asing,” kata Amir.

“Kami sangat mengapresiasi terbentuknya Timpora ini, dan berharap dapat mengantisipasi permasalahan yang kerap terjadi,” ujarnya.

Lanjutnya, permasalahan yang kerap terjadi itu, seperti kelalaian dalam administrasi. Dimana ada kemungkinan datangnya pendatang dari luar, tampa adanya dukumen resmi, ataupun izin tinggalnya sudah melebihi batas waktu.

“Timpora tentunya tidak akan berhasil, tampa adanya koordinasi dan kerjasama semua pihak terkait,” paparnya.

“Diharapkan kerjasama ini dapat terjalin dengan erat, demi terpeliharanya stabilitas kepentingan nasional dan daerah, dari dampak negatif yang mengkin akan timbul akibat perlintasan orang antar negara,” imbuhnya

Pada rapat ini melibatkan 7 kecamatan se Kabupaten Sidrap, diantaranya yaitu, Kecamatan Panca Lautang, Tellu Limpoe, Baranti, Watang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa, Pitu Riase. (*)

Komentar