oleh

Bos Abu Tours Dituntut Bayar Denda Rp 1 Miliar

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Headline, Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Direktur utama sekaligus pemilik PT Abu Tours Travel, Hamza Mamba kembali didudukan di kursi pesakitan.

Hamza Mamba diketahui kembali menjalani persidangan berkaitan dengan korporasi (perusahaan) Hamza Mamba. Dimana telah melakukan pencucian uang jamaah yang akan berangkat umroh dengan menggunakan travel milikinya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada perusahan milik hamza mamba untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar.

Apabila Hamza tidak menyanggupi tuntutan denda tersebut, JPU melanjutkan agar melakukan rampasan kepada aset sekaligus kekayaan dari PT Amanah Umat Bersama ataupun milik hamza mamba selaku owner diperusahaan tersebut.

“Atau kurungan pengganti selama satu tahun,” ujar Jaksa didepan Majelis Hakim, Rabu (16/10).

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa diketahui PT Amanah Bersama Umat terbukti sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pencucian uang. Sebagaimana diatur dalam Pasal 3 jo Pasal 6 Nomor 8 Tahun 2010 tentangPencegahandan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Abu Tours selaku perusahan travel jamaah umroh dalam analisa yuridis tuntutan dinilai patut bertanggungjawab secara korporasi kepada jamaah atas tindak pidana pencucian uang jemaah.

Jaksa beralasan, Hamzah Mamba adalah pemilik sekaligus Direktur Abu Tours. Sehingga tindak pidana yang dilakukan juga secara sah mewakili Abu Tours sebagai perusahaan.

“Saudara Hamzah Mamba alias Abu Hamzah alias Hamzah alias Anca bin Safari Mamba adalah selaku direktur utama. Bertindak atas nama dan mewakili secara sah direksi PT Amanah Bersama Ummat selaku terdakwa (pidana korporasi),” papar jaksa.

Tuntutan tersebut diketahui berkaitan dengan gugatan korporasi yang dilayangkan kepada Abu Tours and Travel. Perusahaan tersebut diminta untuk membayar denda Rp1 miliar karena telah menggelapkan dan melakukan pencucian uang milik jamaah. (*)

Komentar