oleh

Retribusi Perizinan Pemkot Makassar Masih Minim

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Realisasi perizinan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, hingga pertengahan triwulan ke-4 tahun 2019 defisit hingga Rp47,5 miliar atau sekitar 59 persen, dari target Rp80,4 miliar.

Hingga pertengahan November 2019, realisasi penerimaan perizinan baru mencapai 40,9 persen atau baru mencapai angka Rp32,9 miliar dari target yang ditetapkan.

Realisasi penerimaan pemkot makassar, atas lima jenis retribusi perizinan, yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) makassar, masih sangat jauh dari target realisasi penerimaan 2019.

Dari target yang ditetapkan sebesar Rp80,4 miliar, DMPTSP baru berhasil menerima Rp32,9 miliar atau sekitar 40,9 persen. Dengan demikian, pemkot makassar defisit 47,5 persen atau Rp47,5 miliar dari target yang ada.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar Andi Bukti Jufrie, mengatakan rendahnya capaian penerimaan pemkot atas lima jenis retribusi perizinan itu, dikarenakan objek penarikan retribusi yang tidak jelas tiap tahunnya.

Ke-5 jenis retribusi perizinan yang dikelola DMPTSP, yakni izin mendirikan bangunan, izin tempat penjualan minuman beralkohol, izin trayek, izin mempekerjakan tenaga kerja asing, dan kompensasi lahan pekuburan.

Dari data yang di dapatkan, Izin mendirikan bangunan (IMB), Target penerimaan Rp75 miliar (100%), Realisasi penerimaan Rp28,8 miliar (-38,4%), Defisit Rp49,1 miliar (-61,5 %). Izin tempat penjualan minuman beralkohol, Target penerimaan Rp800 juta (100%), Realisasi penerimaan Rp855 juta (106,8%), Surplus Rp55 Juta (+6,8%). Izin trayek, Target penerimaan Rp177 juta (100%), Realisasi penerimaan Rp25,7 juta (14,56%), Defisit Rp151 juta (-85,4%). Izin mempekerjakan tenaga kerja asing,
Target penerimaan, tanpa target Realisasi penerimaan Rp451 juta, dan Surplus Rp451juta. Kompensasi lahan kuburan, target penerimaan Rp4,5 miliar (100%), Realisasi penerimaan Rp2,8 miliar (62,5%), dan Defisit Rp1,6 miliar (-37,5%).

Dari Total target realisasi penerimaan Rp80,4 miliar (100%), total realisasi penerimaan Rp32,9 Miliar (40,9%), dan Total Defisit Rp47,5 miliar (-59,04%)

Dikatakan Bukti, retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) paling rendah realisasi penerimaannya dari lima jenis retribusi yang dikelola pemkot makassar. Dia mengatakan retribusi IMB, baru mencapai Rp28,8 miliar dari target Rp75 miliar. Sementara retribusi dengan capaian tertinggi, yakni izin tempat penjualan minuman beralkohol, dengan realisasi Rp855 juta, dari target Rp800 juta.

“Misalnya untuk penarikan retribusi izin mendirikan bangunan, seharusnya tidak bisa ditarget lantaran jumlah warga yang mengurus izin pendirian bangunan, tidak bisa diprediksi tiap bulannya. karenanya penetapan target penerimaan retribusi perizinan perlu dikaji ulang,” ujar Bukti. (*)

Komentar