oleh

Siap Diuji Coba, Kereta Api Sulsel Butuh Operator

Editor : Lukman Maddu-Metro-

“Hari ini ada lima bidang tanah yang kita lakukan penyelesaian pembayaran ganti rugi di Pangkep. InsyaAllah pekan depan akan ada lebih banyak lagi bidang tanah yang kita selesaikan pembayarannya. Saat ini memang baru ada lima bidang tanah yang masuk ke kami untuk dilakukan pembayaran ganti rugi,” ujarnya.

Zulmaefendi berharap agar masyarakat dapat memahami manfaat dan fungsi dari hadirnya kereta api di Sulawesi Selatan. Tentunya, kata dia, pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak, dan masyarakat dapat merasakannya.

Proyek Kereta Api ini mulai dikerjakan pada 2015 yang dimulai dari tahap I. Yaitu jalur kereta api dari Makassar hingga Parepare. Proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi ditargetkan mencapai panjang 2.000 Km dari Makassar ke Manado. Selain menggunakan anggaran dari APBN salah satu proyek PSN ini juga menggunakan sistem KPBU.

Jaringan jalur kereta yang menghubungkan wilayah yang berpotensi angkutan penumpang dan komoditas berskala besar itu diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar Rp9 triliun. Pemerintah kemudian membuka diri, terkait pembiayaan kereta api ini.

Adapun pemenangnya saat ini untuk proyek tahap pertama Makassar-Parepare dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk. Konsorsium PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PTPP) menjadi pemenang dengan penawaran nilai investasi Rp 1 triliun dan penawaran besaran pembayaran ketersediaan layanan sebesar Rp 246,74 miliar.

Badan usaha lain yang tergabung dengan konsorsium PTPP adalah PT Bumi Karsa, PT China Communication Construction Engineering Indonesia, dan PT Iroda Mitra. Konsorsium PTPP mengungguli dua konsorsium lainnya, yaitu konsorsium Kyeryong Construction Industrial Co. Ltd., PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan Korea Rail Network Authority, serta konsorsium PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Len Industri, dan PT Waskita Toll Road. (Al)

Komentar