oleh

Tiga Mantan Kader Demokrat Akan Ikut dalam Pilkada 2020

Editor : Admin-Partai, Pilkada, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tiga mantan kader Demokrat akan ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang, yakni Tomy Satria Yulianto (Bulukumba), Victor Datua Batara (Tana Toraja), dan Syamsu Rizal di Kota Makassar.

Dua diantaranya, Tomy Satria Yulianto dan Victor Datua Batara sudah menyatakan sikap, dan dipastikan tidak akan mengikuti penjaringan partai berlambang mersy, yang saat ini masih berlangsung hingga bulan Desember mendatang.

Mengenai sikap keduanya, Ketua DPD Demokrat, Ni’matullah mengatakan, beberapa bulan lalu, jika pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengusung mereka, karena sebelum menjadi wakil bupati dia sebagai kader. Namun saat menjadi orang nomor dua, dia rela meninggalkan Demokrat. Seperti, Tomy Satria memilih NasDem dan Victor ke Golkar.

“Mungkin saya melewatkan saja dengan tidak mendaftar. Meski tim penjaringan membuka ruang pada saya untuk mendaftar,” kata Wakil Bupati Bulukumba itu, Tomy Satria.

Dirinya mengurungkan niatnya untuk mendaftar di partai berlambang mersy tersebut, di mana Demokrat Bulukumba hanya memiliki dua kursi di parlemen dan tetap mengharagai pernyataan ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah.

“Saya menghargai suasana kebatinan dari pengurus Demokrat pada pernyataan sebelumnya. Ada signal yang dikirimkan oleh DPD 1 pada beberapa nama yang tidak diinginkan di Demokrat,” ungkap Tomy.

Dengan demikian, mantan ketua DPC Demokrat Bulukumba, tak ingin membuat gaduh di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu. “Jadi saya kira daripada bikin keliruhan baru, saya kembali menghargai posisi teman-teman di Demokrat,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Victor Datua Batara mengatakan, jika pihaknya juga tidak mendaftar di partai Demokrat. “Kan saya kira sudah ada pernyataan pak Ni’matullah jika Daeng Ical, TomySatia dan saya, walau elektabilitasnya tinggi tidak akan diusung,” ujarnya.

Ia juga menyebut, untuk apa ikut penjaringan Demokrat, jika pada akhirnya tidak diusung lagi atas pernyataan Ni’matullah tersebut. “Dari pada kita buang energi saja dan kita sudah diblokir, ngapain kita mendaftar,” sebutnya.

Walau tidak diusung oleh Demokrat, Victor Datua Batara mampu maju melalui partai Golkar dan NasDem, karena ia sudah menyatakan sikap untuk kembali berpaket dengan Nicodemus Biringkanae.

“Saya kira selain ini (Golkar dan NasDem) masih ada partai-partai lain,” tuturnya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan mengungkapkan, jika dinamika politik saat ini sangat cair dan pasti sangat cepat berubah, apalagi pernyataan ketua DPD Demorkat Sulsel tersebut sudah beberapa bulan.

“Kita tidak bisa berpikir mistimiastis, kalau peluang politik itu tertutup,” katanya.

Ia menambahkan, jika pengambilan putusan partai politik yang ada di Indonesia bukan dilakukan oleh pengurus DPC, DPD mupun DPW, akan tetapi seluruh kebijakan tersebut diputuskan paling tingggi yakni DPP.

“Keputusan itu dilakukan DPP, boleh jadih proses pencalon seseroang itu berporses di DPP walau tidak mendaftar di DPD,” ucapnya.

Dengan demikian, kata Andi Lukman Irwan, Demokrat harus berhitung dengan cermat baik itu di Makassar, Bulukumba, dan Tana Toraja, jangan sampai figur tersebut memiliki kekuatan memenangkan Pilkada 2020 mendatang.

“Jika mereka (Danny, Tomy dan Victor) memiliki khas memenangkan pertarungan itu, pasti Demokrat akan ketinggalan (Jika benar-benar tidak mengusung mereka). Apalagi proses politik saat ini masih berjalan dimanis,” tutupnya.(*)

Komentar