oleh

Perubahan Struktur OPD Hambat Pembahasan RAPBD 2020

Editor : Lukman Maddu-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Jelang pembahasan penyusunan RAPBD 2020 menuai perseteruan antar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel. Bagaimana tidak, mereka diperhadapkan dengan aturan yang ada, menyebabkan dua kubu saling ngotot mempertahan ego.

Yang terjadi, justru pembahasan RAPBD 2020 ini masih mengacu pada format OPD lama. Namun Banggar ngotot minta Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) harus mengikuti perda OPD baru.

Plt Kepala Bappeda Sulsel, Rudy Djamaluddin mengatakan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) memang masih mengajukan draf RAPBD 2020 dengan mengacu ke struktur OPD lama. Kata dia, memang perda perubahan OPD sudah disepakati namun landasan pelaksanaannya belum ada.

“Pergub sebagai acuannya pelaksanaan Perda OPD baru masih berproses. Sehingga masih mengacu ke OPD lama. Justru kita salah kalau langsung mengikuti perda baru sementara acuan atau pergubnya belum ada,” ungkapnya, Rabu, (20/11).

Rudy menambahkan, perubahan OPD bukanlah menjadi alasan untuk menghilangkan atau mengurangi tupoksi. Kata dia, bila ada Pergub setelah pembahasan anggaran sebenarnya tidak akan ada masalah.

“Hanya simplifikasi atau penyederhanaan birokrasi. Dinas yang dimerger kan tetap jadi bidang. Tetap ada programnya, intinya hanya jadi satu komando. Itu saja tujuannya. Kami akan bahasakan kembali 25 November nanti. Tidak ada pengembalian dokumen,” terangnya.

Di lain pihak, Anggota Banggar DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan pihaknya meminta ada perubahan RKA OPD. Menurutnya, sudah ada perubahan OPD sementara RKA yang disusun masih mengacu ke OPD lama.

“Ini pelanggaran namanya. Harusnya RKA Balitbangda sudah masuk Balitbangda. Jangan lagi sendiri. Juga ke-PU-an dari tiga OPD menjadi sisa dua. Supaya realistis programnya,” jelasnya.

Kata dia, bila diubah lagi sesudah anggaran disepakati, pihaknya khawatir program menjadi tumpang tindih. Sehingga idealnya, RKA OPD yang sudah dimerger harusnya sudah disatukan.

“Kami minta diubah. Ini tidak menghambat. Bagi yang sudah biasa susun RKA, bukan hal sulit untuk menyusun ulang menyesuaikan dengan OPD baru,” tukasnya. (Al Amin)

Komentar