oleh

Sirkulasi Uang Koin Melambat, BI Galang Minat Pelajar SD dan SMP

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Ekobis, Keuangan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Fisik besar namun nilai tukar kecil menjadikan uang koin saat ini tidak lagi menjadi alat tukar yang diminati masyarakat Indonesia.

Hal demikian diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang memberikan kembalian bukan menggunakan uang koin tetapi menggunakan permen.

Data dari Bank Indonesia menyebutkan, saat ini peredaran rupiah dalam bentuk koin mengalami penurunan dimana jumlah uang koin yang di keluarkan Bank Indonesia ke masyarakat tidak setara dengan jumlah yang kembali ke BI.

“Rp6 triliun dikeluarkan BI dan kembali Rp 900 miliar atau hanya sebesar 16 % dengan trend relatif menurun,” kata Iwan Setiawan selaku Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengeloaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia.

Fenomena ini membawa Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Program peduli Koin dengan menanamkan pengetahuan serta kepedulian anak anak setingkat SD dan SMP mengenai koin sebagai Alat tukar.

“Kenapa SD dan SMP karena kami ingin kesadaran tentang peduli koin tumbuh sejak dini. Yang kedua, atas kajian Bank Indonesia di seluruh Indonesia koin secara agregat koin cenderung berkurang,” katanya.

Harapannya, kata Iwan, tidak lain adalah untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya koin dan nominalnya. Dan kedepan bisa terdistribusi kembali ke BI

“Koin masih sangat dibutuhkan utamanya oleh pedangang karena harga harga di masyarakat terkadang tidak terhimpun di uang kertas. Selama ini pedagang minta di Bi namun sirkulasinya yang kembali ke BI tidak sama dengan yang dikeluarkan,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Tjahjadi Prastono selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang BI mengatakan hadirnya program Peduli Koin ini melibatkan 122 sekolah yang terdiri dari 50 SD dan 62 SMP.

“Nantinya kami akan menghadirkan lomba dimana kita menghimbau mengumpulkan uang koin kepada siswa siswi masing masing sekolah,” imbuhnya. (*)

Komentar