oleh

Kasus Rahmat Taqwa di Polrestabes Tiada Ada Peningkatan

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Yadi-Headline, Hukum, Partai, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kasus yang menimpa aggota DPRD Makassar terpilih dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rahmat Taqwa Quraisy masih berlangsung di Polrestabes Makassar, namun tidak ada progres atau peningkatan.

Banyak pihak yang mempertanyakan sudah sejauh mana proses di kepolisian yang berkaitan kasus OTT Narkoba yang menjerat Rahmat.

Bahkan pada kasus ini ada pihak yang harus bolak balik di Polrestabes Makassar, lantaran perintah elit partai politik yang mencoba membebaskan Rahmat dari segala tuduhan usai ditangkap atas dugaan pemakaian narkoba jenis psikotropika.

Sebelumnyan Rahmat yang juga ditangkap oleh Satnarkoba Polrestabes Makassar, pada Selasa (20/8/2019) pukul 13.40 Wita.

Ketua DPC PPP Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika mengaku, saat ini menunggu kasus itu rampung di proses hukum. Bahkan ada informasi jika Ketua DPW PPP Sulsel, HM Aras juga diduga melindungi Rahmat.

Celeg PPP DPRD Makassar terpilih tersebut ditangkap, Polrestabes Makassar, Selasa (20/8) pukul 13.40 Wita lalu kini masih beraktifitas diluar tanpa sentuhan hukum.

Hingga saat ini, nasib Rachmat Taqwa Quraisy belum jelas. Dimana DPRD Kota Makassar belum melakukan pelantikan terhadap caleg terpilih dari PPP.

Busranuddin Baso Tika menyebutkan, belum dilantiknya RTQ atau Rachmat Taqwa Quraisy karena masih menunggu proses hukuman. “Itukan masih dalam proses hukum terkait narkoba jadi masih menunggu prosesnya selesai. Kalau kami di DPC PPP Kota Makassar sudah melakukan rapat dan hasil rapat kami disampaikan ke DPW,” ujarnya Kamis 28 November 2019.

Sementara itu untuk sikap DPC PPP Kota Makassar masih menunggu putusan dari tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sesuai apa yang telah diusulkan DPC. Soal sikap dan usulan, BBT tidak mau menyebutkan.

“Jadi saya mau tanya langsung saja ke DPW seperti apa sikapnya. Kalau apa yang kami usulkan, hubungi saja langsung tingkat DPW karena wilayahnya mereka,” singkatnya. (*)

Komentar