oleh

Akbar Endra: Warung Remang-remang Tamparan untuk Maros, Copot yang Bekingi!

Editor : Ashar Abdullah-Maros-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Terkuaknya warung kopi di Maros yang ternyata juga menjual miras dan menyediakan kamar ditanggapi Akbar Endra, mantan anggota DPRD Maros dua periode.

Menurut Akbar, ini adalah tamparan keras buat pemerintah kabupaten. “Dan kita semua,” ujarnya saat talkshow di salah satu stasiun televisi swasta, kemarin.

Akbar mengaku sedih dengan kabar yang ramai di media arus utama maupun media sosial itu. Politikus Partai Demokrat tersebut mengingatkan, Perda Syariah yang berlaku di Maros sejak tahun 2000 belum pernah dicabut. Artinya, masih berlaku sampai detik ini.

Item yang tercantum dalam perda itu antara lain tidak membolehkan tempat prostitusi serta melarang setetes pun minuman keras diperjualbelikan di Maros.

“Kalau ada oknum yang membekingi, itu sudah sangat layak dicopot,” tegasnya.

Dalam talkshow itu, hadir juga Askari Husain, Wasekjen LP3HAM, lembaga yang mengadvokasi aduan warga. Dia menyampaikan bahwa penutupan yang dilakukan pemerintah terhadap warung remang-remang di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros itu sudah tepat. Namun, harus dikawal sungguh-sungguh.

“Warga melihat warung itu sempat buka lagi. Lalu ditutup kembali setelah media memberitakan. Tolong, ini bukan permainan,” ucapnya.

Pihaknya pun meminta pemerintah daerah untuk mengusut tuntas persoalan ini. Termasuk sanksi kepada mereka yang menjual miras dan menyediakan prostitusi. Pencopotan kepada oknum yang terindikasi melindungi. Pengungkapan dugaan mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersial.

Komentar