oleh

Ilham Noer Putri Hatta, Pemerhati Wanita Sulsel

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

Ilham Noer Putri Hatta, lebih akrab disapa Putri, dilahirkan di Soppeng, Sulawesi Selatan, 15 Agustus 1959 dari pasangan Andi Muhammad Noer dan Andi Maraddiah Noer, anak kelima dari sepuluh bersaudara.

Putri menyelesaikan pendidikan dasarnya di Bone, SDN 11 dan SMPN 1 dan SMAN 1 Makassar. Tahun 1979, Putri meraih gelar sarjana hukum di Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1985 jurusan Hukum Tata Negara.

Bermodalkan ijazah Sarjana Hukum, Putri masuk Jakarta tahun 1985, mulanya aktif di PB HMI sambil bekerja sebagai advokat di kantor pengacara RO Tambunan beberapa tahun, sebelum ia mandirikan kantor Pengacara sendiri.

Putri memiliki sepasang buah hati dari perkawinannya dengan Muhammad Hatta Ph.D, yakni Syilvan Zikri Rahman, lahir di Kota Pittsburgh Pennsylvania USA dan Luthfan Kasyifurrahman. Putri mengaku bersyukur pernah tinggal dua tahun di Amerika, mendampingi suaminya yang mengambil program doktoral di Kota Pittsburgh Pennsylvania atas beasiswa dari Bappenas.

“Suami saya adalah mantan Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014 kata Putri.

Putri mengaku mengenal KKSS 30 tahun lampau, era Prof. Dr. Beddu Amang. “Saya awalnya masuk sebagai pengurus di Departemen Humas karena saya berbakat menulis, mantan reporter Tabloid Identitas Unhas dan Koran Terbit cabang Makassar. Di era Mayjen TNI (Purn) Abdul Rivai, Ketua Umum BPP KKSS, saya dipercaya sebagai Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan,” lanjut Putri.

Harapan pada MP
Putri bersyukur karena dapat menyaksikan perhelatan akbar Musyawarah Besar KKSS di Surakarta, Jawa Tengah, 15-17 November 2019, yang memilih Bapak Muchlis Patahna sebagai Ketua Umum Masa Bakti 2019-2024 secara demokratis.

“Saya berharap KKSS dibawa kepada proporsinya sebagai wadah kekeluargaan perantau asal Sulawesi Selatan. KKSS menjadi rumah besar perantau, tempat bertanya dan memperoleh informasi dan jawaban untuk bekerja, membantu mereka yang belum beruntung di tanah rantau, dan tempat merekatkan tali silaturahmi antar-warga asal Sulawesi Selatan,” harap Putri.

Potret IWSS
IWSS adalah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan, salah satu Badan Otonom KKSS. Di mata Putri, “IWSS adalah tempat berhimpunnya wanita asal Sulawesi Selatan yang kini masih lebih didominasi acara-acara pengajian, arisan, dan seremonial peringatan hari-hari besar lainnya dan kegiatan Sosial. IWSS itu idealnya sebaiknya juga menggarap program kerja yang dapat meningkatkan harkat dan martabat wanita perantau Sulawesi Selatan.”

Putri adalah mantan aktivis di berbagai organisasi, mulai di HMI, PB HMI, KAHMI, Presidium Majelis Nasional FORHATI. Putri bersama Ibu Prof. Dr. Kemala Motik Abdul Gafur mendirikan Organisasi Wanita Pembangunan Indonesia (WPI) dan menjadi Sekretaris Jenderal DPP WPI. WPI adalah wadah wanita pekerjaan karier dan profesi. Putri adalah salah satu Ketua Wanita Tani Indonesia dan mantan salah satu Ketua Darma Wanita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Putri juga pernah aktif di KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) dan menjadi juara pidato dan baca puisi, antar-Remaja dan Pemuda, SMA , Universitas, dan Umum.

“Saya bersyukur pernah terpilih sebagai Anggota MPR RI Utusan Daerah dari Sulawesi Selatan dan Anggota MPR RI dari Fraksi Golkar bersama Bapak M. Jusuf Kalla, Agum Gumelar, dan alm Basri Palaguna tahun 1997-2003,” pungkas Putri.

Wawancara ini dilakukan di Bakrie Tower Kuningan, Awal Desember 2019. M. Saleh Mude

Komentar