oleh

Jokowi Harus Panggil Sri Mulyani, Minta Evaluasi Total Bea Cukai

Editor : Any Ramadhani-Ekobis-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Penyelundupan spare part motor gede Harley Davidson tipe Shovelhead dan sepeda gowes asal London Brompton di kabin pesawat Garuda tipe Airbus A 330-900 yang baru dibeli dari pabrikan Perancis membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani geram.

Kasus penyelundupan di Bea Cukai memang kerap terjadi, namun penyelundupan motor Harley Davidson diduga kuat dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Persero Tbk I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra atau Ari Askhara.

Hal tersebut tentu mencoreng nama baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantaran selama ini Garuda Indonesia dinilai sebagai perusahaan yang patuh terhadap hukum.

“Sudah biasa jika Bea Cukai sering kebobolan, itu sudah tidak aneh, dan bukan rahasia umum lagi. Harusnya Presiden Jokowi panggil Sri Mulyani untuk meminta pertanggungjawabannya terkait kinerja dia di Bea Cukai,” kata pengamat politik Ujang Komarudin kepada redaksi, Jumat (6/12).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review tersebut meminta agar kasus serupa jangan sampai terjadi kembali dan dilakukan evaluasi di tubuh Bea Cukai.

“Bobolnya Cea Cukai jangan dibiarkan. Harus dievaluasi secara menyeluruh,” tambahnya.

Ujang menduga ada pihak Bea Cukai dan pihak tertentu melakukan kongkalikong untuk menutupi beberapa penyelundupan agar bebas biaya pajak dan pabeanan.

“Dan bukan rahasia lagi, jika banyak oknum Bea Cukai yang main dengan pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan, baik materil maupun immateril,” tandasnya. (*)

Komentar