oleh

Polres Takalar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Galesong 

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Supahrin-Kriminal-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Rekonstruksi Kasus pembunuhan terjadi di Kecamatan Galesong, Takalar.

Motif kasus lama yakni pemilihan kepada Desa bebetpq Tahun Silam sehingga mengakibatkan Mantan kades Haeruddin Daeng Sese meninggal dunia.

Walalupun korban sempat dibawa kerumah sakit Haji Pajonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar namun tidak bisa tertolong bagian kepala Belakang mengaga akibat sabetan sajam.

Selain itu, korban Haeruddin Sese juga mengalami luka sabetan sajam di bagian perut sehingga terbuka lebar mencapai satu jengkal. Kejadiannya beberapa hari lalu.

Saksi Korban Daeng Sija mengatakan, ada tiga sabetan sajam yang dialami oleh korban sehingga nyawanya tidak tertolong lagi.

“Kejadian ini bermula soal pemilihan kepala Desa dan korban pernah juga dihadang oleh Kelompok pelaku namun tidak sempat namun tidak ada peristiwa terjadi,” kata Daeng Sija usai rekonstruksi di Mapolres Takalar, Selasa (10/12/19).

Lanjut Daeng Sija, antara Daeng Sese (Korban) dan Daeng liwang (Pelaku) sepupu satu kali, jadi masih  keluarga dekat.

Untuk membuktikan kronologis kejadian atas meninggalnya Haeruddin Daeng Sese, pihak polres Takalar melakukan Rekonstruksi. Lokasinya di halaman Mapolres Takalar, Selasa (10/12/19).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Takalar AKP Jufri Natsir mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan di Mapolres Takalar menghindari terjadinya tindakan kriminal diluar dari proses rekonstruksi sudah diatur.

“Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan mantan kades Bintokanang, Kecamatan Galesong Selatan mengalami tiga tusukan, untuk saat ini pelakunya baru satu Daeng liwang,” jelasnya.

Lanjut Jufri, ada 33 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan,dan ada kita sudah periksa saksi baik saksi korban maupun saksi pelaku.

“Pelaku dijerat pasal 351 ayat 3, bilamana perbuatan penganiayaan menghilangkan nyawa orang lain ancaman hukuman paling lama 7 tahun,” ujarnya.

Dijelaskan Jufri, baik korban maupun pelaku adalah masih hubungan keluarga terdekat atau sepupu satu kali. (*)

Komentar