oleh

Ladies, Ini 5 Potensi Bahaya Tisu Toilet bagi Organ Kewanitaan

Editor : Ashar Abdullah-Gaya Hidup, Kesehatan-

BACAPESAN.COM – Tisu toilet tak bisa lepas dari kebersihan organ intim wanita. Namun, mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa diam-diam, ada potensi bahaya di produk tersebut bagi kesehatan organ kewanitaan.

Para wanita harus tahu bahwa kulit area kewanitaan cenderung sensitif. Untuk itu, apa pun produk untuk merawat atau membersihkan area tersebut harus dicek dulu bahan-bahannya dengan saksama. Ini agar tidak menyebabkan bengkak, iritasi, atau gejala lainnya.

Potensi Bahaya Tisu Toilet Bagi Organ Kewanitaan

Berikut ini adalah beberapa ancaman di balik pemakaian tisu toilet yang perlu Anda ketahui.

1. Alergi

Biasanya, alergi bisa dicetuskan oleh bahan-bahan yang terkandung pada detergen, pelembut kain, pemutih, sabun, krim, kain sintetis, pewangi, pembalut, lubrikan seks, termasuk tisu toilet.

Tisu toilet dapat mengiritasi vulva (permukaan luar daerah kemaluan wanita) dan vagina, terutama pada kulit sensitif. Demikian ucap Michael Ingber, M.D., uroginekolog dari The Center for Specialized Women’s Health kepada Glamour.

Secara teknis, Anda bisa memiliki alergi terhadap bahan kimia tertentu dalam tisu toilet. Misalnya, terhadap pewangi atau pemutih. Kondisi ini dapat menyebabkan vulvitis. Infeksi atau peradangan pada vulva. Gejalanya vulvitis meliputi gatal-gatal, sensasi terbakar, kemerahan, atau bengkak.

Bila Anda mengalami gejala tersebut setelah menggunakan merek tisu toilet yang belum pernah dicoba sebelumnya, khususnya jika mengandung pewangi (scented), segera beralih ke produk yang biasa Anda pakai sebelumnya atau yang tidak mengandung pewangi.

2. Luka

Menggosok vulva dengan kasar dengan tisu toilet dapat menyebabkan luka. Jaringan di area tersebut sangat halus. Hal ini membuat Anda harus memastikan untuk tidak menyekanya terlalu kasar.

Meski lukanya berukuran kecil (microcuts), tetap dapat mengakibatkan iritasi, bengkak, bahkan infeksi jika tidak dirawat dengan benar.

“Bersihkan vulva hanya dengan menepuk-nepuknya perlahan, bukan dengan menggosoknya sekuat tenaga,” saran dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter.

Komentar