oleh

Pemkot Makassar Siap Eksekusi 15 Gudang Dalam Kota

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Eksekusi gudang dalam kota diempat kecamatan siap dilakukan kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Surat Keputusan (SK) penindakan dalam waktu dekat akan diserahkan ke Dinas Perdagangan sebagai leading sektor.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Disdag Kota Makassar, Syahruddin mengatakan, pihaknya sementara tengah berkoordinasi dengan Bagian Hukum dan HAM Setda terkait naskah penindakan gudang dalam kota.

“Kalau sudah adami (SK Penindakan) kita langsung eksekusi lagi gudang dalam kota. Usulan kita ada 15 gudang untuk dieksekusi,” tegas Syahruddin, Rabu (18/12).

Kata Allu sapaan akrabnya, penindakan gudang dalam kota nantinya masih tetap pada kawasan Kecamatan Tallo. Pasalnya, daerah itu acap kali dikeluhkan masyarakat lantaran menimbulkan kemacetan akibat adanya bongkar muat di badan jalan.

“Tetap di Tallo kita tindaki gudang dalam kota,” ucapnya.

Terkait gudang yang ditutup kemudian masih beraktivitas, kata Allu, pihaknya sudah menyerahkan ke Satpol PP selaku penegak perda. Tahapannya, pemkot Makassar melalui penyidik PNS telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

“Jika ada kegiatan tambahan alias setelah ditutup lalu dibuka maka Satpol PP akan membawa ke pengadilan, nanti pengadilan yang akan eksekusi,” jelasnya.

“Dinas Perdagangan tidak masuk lagi dalam ranah itu jika ada pengusaha yang melanggar perda. Kan ada tim terpadu,masing-masing punya tugas,” tambahnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Makassar, Imam Hud mengatakan, penindakan gudang dalam kota mestinya diikuti oleh masyarakat yang merasa keberatan adanya aktivitas yang menganggu. Sebab, Pemkot dalam bertindak harus membawa aspirasi warga sekitar.

“Kalau kita turun (penindakan) harus ada warga, supaya kita lakukan itu atas nama warga. Artinya, kita turun sama-sama biar ada yang dukung,” ucap Imam.

Adanya warga yang membuka segel saat penutupan, kata Imam, pihaknya akan mencari dan menindaklanjuti. Pasalnya, oknum yang melanggar pasti akan diproses selamanya.

“Kita kumpulkan bukti dengan memanggil warga, semua ada tata caranya, karena jelas pelanggarannya,” ujarnya.

Diketahui, Pemkot Makassar telah menutup tiga gudang dalam kota di Tallo, masing-masing CV Meteor Trans, CV Majang Raya dan PT Mahameru. Tidak hanya di Kecamatan Tallo, tapi juga menyasar kecamatan lainnya seperti Kecamatan Bontoala, Kecamatan Wajo, dan Kecamatan Ujung Tanah. (*)

Komentar