oleh

THM dan Panti Pijat Akan Ditutup Selama Tiga Hari

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengingatkan para pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) dan pelangganya agar berhati-hati melanggar aturan yang telah disampaikan.

Dimana, jelang Natal 2019, seluruh THM dan panti pijat refleksi di Kota Makassar akan ditutup sementara. Penutupan itu berlangsung hari Selasa tanggal 24 Desember hingga Jumat 27 Desember 2019.

“Tidak hanya THM, panti pijat atau refleksi, tempat karaoke keluarga, rumah bernyanyi dan sejenisnya juga akan ditutup sementara,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar, Andi Karunrung, Jumat (20/12/2019).

Penutupan sementara THM itu, lanjut Andika, sesuai dengan instruksi Wali kota Makassar, surat edaran nomor 436/310/S-edar/Dispar/XII/2019. Tentang penutupan sementara tempat hiburan dalam rangka menghormati hari raya natal 2019.

Hal ini sesuai Peraturan Pemkot Makassar nomor 5 tahun 2011 tentang tanda daftar pariwisata pasal 34 ayat 1 poin B dilakukan penutupan sementara kegiatan hiburan.

  1. Semua kegiatan usaha karaoke, rumah bernyanyi keluarga, club malam, diskotik, live music, pijat/reflelsi, dan semacamnya termasuk sarana pengunjung tempat hiburan yang ada di hotel dan lainya diturup tanggal 24 Desember 2019
  2. Kegiatan usaha dimaksud pada poin satu, akan dibuka kembali pada tanggal 27 Desember 2019 pukul 07.00 wita.
  3. Pelanggaran terhadap peraturan yang dimagsud dalam surat edaran ini. Akan dikenakan sanksi sesuai ketuntuan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia mengaskan, selama penutupan sementara tempat hiburan, pihaknya bersama Satpol PP akan melakukan pengawasan. Bahkan, petugas penegak perda ini tidak akan segan-segan menutup paksa THM yang masih nekat buka.

“Pastinya, kami akan melakukan monitoring untuk memastikan THM mematuhi surat edaran wali kota ini. Tidak hanya penutupan paksa, jika nantinya ada yang kedapatan buka juga akan mendapat sanksi administrasi serta pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Oleh sebab itu, manajemen tempat hiburan, panti pijat dan sejenisnya diharapkan mematuhi surat edaran yang telah disebar petugas Dinas Pariwisata dan Dinas terkait. (*)

Komentar