oleh

Kantongi Beragam Capaian di 2019, Poltekpar Optimis Majukan Kepariwisataan Sulsel

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Memasuki pengujung 2019, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar telah merangkum berbagai capaian guna memajukan pendidikan di Sulawesi Selatan khususnya, Senin (23/12/2019).

Mengemban amanat undang-undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Poltekpar hadir dengan berbagai disiplin keilmuan yang tidak hanya hafal dari segi teori namun juga aktif memberikan praktek guna mengasah kemampuan retasannya.

Direktur Poltekpar Negeri Makassar, Muhammad Arifin mengatakan di tahun 2019 ini berbagai capaian telah diraih Poltekpar dalam mengembangkan SDM dibidang kepariwisataan.

“Apa yang kami programkan di 2019 Alhamdulillah sudah terpenuhi, yang pertama adalah kita re-akreditasi empat program studi dari nilai B menjadi A,” jelasnya.

Saat ini kata Arifin, pihaknya tengah memprogramkan dua program studi (Prodi) dan telah mendapatkan izin dari Kemenristek Dikti, serta mere-akreditasi untuk tekwal yang sebelumnya hanya berlaku 3 tahun, kini sudah bisa berlaku 4 tahun.

“Insya allah jika tahun ini adalah piala emas, maka harapan saya bisa mendapat piala berlian di tahun 2020 yang akan datang,” katanya.

Selain hal membahagiakan tersebut, menurut Arifin saat ini telah ada 4 Prodi di Poltekpar yang meraih akreditasi A diantaranya, Prodi Pengelolaan Perhotelan (PPH), Prodi Destinasi Pariwisata (DPA), Prodi Perjalanan, dan Prodi Manajemen Bisnis Konvensi dan Perhelatan.

“Karena dengan 4 program studi dapat A dan 1 dapat B yaitu Prodi Manajemen Seni Kuliner, maka itu indikasinya bahwa meraih akreditasi institusi bisa kita raih. Tentu tidak semudah itu, tetapi dengan komitmen bahwa Poltekpar Makassar ini harus menjadi perguruan tinggi yang unggul khususnya di kawasan timur Indonesia,” Ungkapnya.

Disisi lain, menurut Arifin, untuk menghasilkan SDM yang kompeten tidaklah mudah yang dibayangkan semua orang, karena kata dia, butuh anggaran yang tidak sedikit, dan butuh SDM yang memang mumpuni pada bidangnya.

“Kedepan harapan kami bagaiman bisa menjawab tantangan zaman yang berkembang begitu massif, pendidikan khususnya dibidang pariwisata tidak boleh tinggal diam, kurikulum serta program studi mesti berjalan beriringan dengan perkembangan zaman,” tutupnya. (*)

Komentar