oleh

Harapan Lily Amelia Salurapa di Hari Natal 2019

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

BACAPESAN.COM – Rabu, 25 Desember 2019 adalah hari bahagia bagi saudara-saudara saya (kita) yang beragama Kristen. Mereka memperingati hari kelahiran Nabi Isa AS.

Kemarin pagi, ketika saya mulai menyalakan HP, saya menerima beberapa pesan pendek dari Ibu Lily Amelia Salurapa, SE, MM, Anggota MPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Selatan, 2019-2024.

Awalnya kami chatting tentang daftar nama “Pengurus Baru BPP KKSS yang baru dikukuhkan oleh Ketua Umum terpilih hasil Musyawarah Besar XI 2019 di Solo, Muchlis Patahna. Kebetulan terdapat nama Ibu Lily Amelia Salurapa di deretan Pembina KKSS. Kemudian masuk ke wilayah suasana natal dan tahun baru 2019.

Saya menyukai kalimat Ibu Lily Amelia Salurapa yang mengirim pesan kepada saya: “Salam doa kembali buat keluarga Pak Saleh. Selamat menyambut tahun baru 2020. Semoga membawa berkah dan kedamaian bagi dunia dan terkhusus NKRI yang kita cintai.”

Saya jawab, Ibu Lily, saya senang tahun ini, banyak orang dari berbagai kalangan mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru 2020.” Ini pertanda umat beragama makin rukun-harmoni. Beda tahun-tahun sebelumnya, yang lebih dominan pro-kontra, boleh-tidaknya orang Islam mengucapkan Selamat Natal.

Ibu Lily Amelia pun membalasnya: “Pak Saleh, dulu waktu saya masih kecil, tinggal di kota Makale, papa saya jadi pejabat daerah di Toraja, saya menyaksikan harmoni-indahnya kerukunan umat beragama, Kristen dan Islam. Kami hidup saling menghargai. Jika malam takbiran, saya dkk ikut konvoi takbiran keliling kota, makanan mengalir dari tetangga Muslim. Sebaliknya, di akhir tahun, gantian, kami yang antarkan makanan dan kue ke saudara kami yang Muslim. Kami juga ke rumah anak-yatim membawa kado. Jika hari Jumat, kami ikut mengawasi teman laki-laki yang tidak ikut shalat Jumat, kami laporkan ke guru dan mereka mendapat hukuman, berdiri di depan kelas, angkat kaki satu sampai lonceng berbunyi, tanda pulang. Guru-guru kami memang kebanyakan beragama Nasrani tapi mereka tetap menekankan pentingnya dasar-dasar agama bagi tiap murid-muridnya.”

Harapan Ibu Lily Amelia Salurapa, tentu menjadi harapan kita semua, hidup rukun itu indah, saling menghargai dan memberi kesempatan merayakan hari besar keagamaan, tanpa perlu menonjolkan perbedaan apalagi permusuhan. Kini, saatnya kita lebih menonjolkan spirit persatuan untuk hidup bersama, tanpa ada kekerasan dan teror. Semoga.

M. Saleh Mude.

Komentar