oleh

Usai Lem, Kini Marak Anak Dibawah Umur Isap Pertalite

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Hikmah-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kasus kenakalan anak selama tahun 2019 mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat 600-700 kasus terjadi hingga akhir Desember.

Yang mencengangkan, meningkatnya kenakalan anak salah satunya disumbang oleh fenomena baru dimana anak di Sulawesi Selatan yang semula mengisap lem beralih mengisap bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

Konsultan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar Yudha Yunus mengatakan bahwa sepanjang tahun 2019 ini ada laporan mengenai trend baru isap Pertalite.

“Memang di Makassar kasus anak meningkat, saat ini pengaduan kasus anak di 2019 mencapai 70 %. Khusus untuk anak laki-laki, ini ada gejala baru, dulu kita populer dengan isap lem sekarang beralih ke pertalite,” kata Yudha, Jumat (27/12/2019).

Yudha Menceritakan bahwa kebiasaan mengisab BBM jenis pertalite ini dilakukan anak dibawah umur karena efeknya jauh lebih cepat dari lem.

“Jadi mereka mengambil botol ukuran kecil kemudian diisi pertalite kemudian di isap. Pengakuannya sih beberapa anak bahwa itu lebih cepat reaksinya dari lem,” bebernya.

Menanggapi trend baru yang negatif tersebut, Yudah berharap perang aktif dari berbagai pihak.

“Memang ini yang harus bekerja secara ekstra adalah sekolah, lingkungan dan keluarga yang harus lebih sensitif dengan anak,” pungkasnya.

Dirinya juga memperingatkan agar Pertamini-Pertamini yang tersebar diberbagai tempat selektif menjual bahan bakar jenis pertalite.

“Di beberapa pertemuan saya telah sampaikan ke Bimnas untuk memberikan warning bagi Pertamini yang ada disekitar kita untuk tidak menjual pertalite secara ecer dan langsung di isi ke kendaraan,” tutupnya. (*)

Komentar