oleh

Konsumsi Makanan Tinggi Gula Bisa Pengaruhi Kesehatan Reproduksi Pria

Editor : Ashar Abdullah-Gaya Hidup, Kesehatan-

BACAPESAN.COM – 

Kaum adam, batasilah gula! Sebab minum minuman manis atau makanan manis, bisa berpengaruh pada kesehatan. Tak hanya gula darah, tetapi makanan dan minuman manis bisa berpengaruh pada kesehatan reproduksi.

Dilansir dari Pink Villa, Minggu (29/12), beberapa tahun terakhir terjadi kasus pria infertilitas (tidak subur). Terlepas dari faktor-faktor penyebab internal (individu), gaya hidup modern juga bisa menjadi penyebabnya. Pola makan saat ini seperti makanan kemasan dan tambahan gula memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Makanan-makanan ini memengaruhi sistem reproduksi tidak hanya perempuan, tetapi juga pria. Faktanya, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap diet tinggi gula dapat memengaruhi kualitas sperma. Studi ini juga menegaskan fakta bahwa kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh makanan.

Menurut para peneliti, kualitas sperma dapat dirusak oleh beberapa faktor lingkungan dan gaya hidup, di antaranya obesitas dan penyakit yang disebabkan tinggi gula. Salah satunya seperti diabetes tipe 2 yang menyebabkan kualitas sperma yang buruk.

Penulis utama atau sang peneliti, Anita Ost dari Universitas Linkoping di Swedia mengatakan, pihaknya melihat bahwa pola makan memengaruhi mobilitas sperma. Pihaknya dapat menghubungkan perubahan dengan molekul spesifik di dalamnya.

“Studi kami telah mengungkapkan efek cepat yang terlihat setelah satu hingga dua minggu (mengonsumsi makanan manis),” jelasnya.

Para peneliti melakukan penelitian untuk menyelidiki apakah konsumsi gula yang tinggi memengaruhi fragmen RNA dalam sperma manusia. Para peneliti mengamati 15 pria muda normal yang tidak merokok. Pria itu mengikuti pola makam di mana mereka diberi makanan sehat pada minggu pertama dan makanan tinggi gula pada minggu kedua. Penelitian ini meneliti fungsi sperma, yang dapat berkontribusi pada metode diagnostik baru untuk mengukur kualitas sperma.

“Studi ini menunjukkan bahwa motilitas sperma dapat berubah dalam waktu singkat, dan terkait erat dengan pola makan (tinggi gula),” kata Anita Ost dalam hasil penelitian yang sudsh Hasilnya diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology. (JPC)

Komentar