oleh

UMI Gelorakan Islam Washatiyah

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Edukasi, Kampus-

“Umur Matahari 4.400 Milyar, sedangkan umur bulan selama 4.3 Milyar tahun. Al-Qur’an menyebut jumlah bilangan bulan, adalah 12. Seyogyanya Matahari dan Bulan adalah milik Allah. Kami jadikan malam dan siang sebagai tanda agar kalian bisa melakukan perhitungan. Hakekatnya memperingati hari Matahari dan Bulan adalah semua milik Allah,” tuturnya.

Muhasabah terhadap diri manusia, terutama oksigen dibutuhkan untuk bernafas sebanyak 53 liter perjam dikali 1 tahun kita membayar sekitar 11 Milyar rupiah, tapi ini gratis dari Allah Swt. Apakah ini sebanding dengan pengabdian kepada Allah Swt. Padahal ada 16 unsur yang dibutuhkan manusia. Karena itu, Nabi Saw beristigfar 100 kali sehari, karena merasakan tidak sebanding rahmat dan kasih sayang Allah Swt dengan ibadah yang dilakukan.

Allah berfirman: Maha suci Allah yang menjadikan gugusan di langit dan menjadikan malam dan siang berganti. Pergantian itu dimanfaatkan bagi orang yang mau untuk mengingat-ingat dan berzikir. Inilah dalil zikir di malam tahun baru. Karena itu, ajaran Washatiyah, melarang manusia ekstrim, karena merasa lebih suci dari Malaikat. Ini pergantian tahun, agar dimanfaatkan orang yang mau bermuhasabah dan sebagai refleksi kesyukuran kepada Allah Swt.Dalil ini, bisa juga dipakai untuk milad/ulang tahun sebagai refleksi rasa syukur.

Kaidah ushul menyatakan “semua yang dilakukan Nabi baik, tetaapi tidak semua kebaikan dilakukan Nabi. Misalnya, Nabi tidak pernah naik pesawat. Tapi naik pesawat, dakwah melalui FB, adalah baik, tetapi Nabi tidak lakukan. Karena itu, jika berkaitan dengan syiar Islam, tidak perlu cari dalil, tapi jika menyangkut syariah dan ibadah maghdah, harus cari dalil. Contoh, ceramah tarwih, tidak perlu pakai dalil, karena ini syiar.

“Karena itu, waktu sangat penting, sampai Allah bersumpah was syamsi, wal qamari, was subhi, wadduha, wannahari wal ashri, wallaiyli. Waktu ini sangat berharga,” kuncinya. (*)

Komentar