oleh

KNPI Sidrap Audiens ke DPRD, Ini Yang Dibahas

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ridwan Wahid-Sidrap-

SIDRAP, BACAPESAN.COM – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sidrap bersama beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), melakukan audiens dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sidrap, Jumat, (03/01/2020). Dalam pertemuan tersebut, mereka menyuarakan Sidrap sebagai Kabupaten Layak Pemuda tahun 2020.

Rombongan KNPI yang dipimpin langsung oleh Ketua, Abdul Jabbar didampingi Sekretaris Padly Odding, Ketua Komisi Hukum dan HAM, Ethar dan beberapa pengurus DPD KNPI Sidrap. Selain KNPI, hadir juga beberapa OKP diantaranya HMI, IMM, PMII, Pemuda Muhammadiyah, AMPI, BKPRMI dan Komunitas Pemuda Se Sidrap. Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Sidrap, H. Ruslan, Wakil Ketua DPRD Sidrap, Andi Sugiarno Bahri dan Ketua Komisi I, H. Ahmad Shalihin Halim.

Dalam kesempatan itu, Ketua KNPI Sidrap, Jabbar menjelaskan kepada DPRD bahwa penduduk usia produktif di kabupaten Sidrap dari tahun ke tahun mengalami peningkatan bahkan hampir setengah dari jumlah jiwa penduduk Sidrap.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap 2018, penduduk Kabupaten Sidrap pada akhir tahun 2017 tercatat sebanyak 296.125 jiwa, secara terinci menurut jenis kelamin masing-masing 145.003 jiwa laki-laki dan 151.122 jiwa perempuan.

Lanjutnya, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sarkenas) 2017, jumlah penduduk usia kerja di kabupaten Sidrap sebanyak 217.659 jiwa.

Jabbar juga mengatakan bahwa jumlah penduduk usia muda (15-34 tahun) memilliki jumlah yang tidak kecil yaitu sebesar 107.024 jiwa atau sebesar 49 %, dari total jumlah penduduk usia kerja Kabupaten Sidrap.

“Data ini menunjukan bahwa pemuda Kabupaten Sidrap merupakan kelompok masyarakat yang memiliki potensi besar jika dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin,” kata Jabbar.

“Namun sebaliknya, apabila potensi tersebut tidak dikelola dengan baik justru akan berdampak negatif terhadap proses pembangunan derah bahkan bisa menjadi ancaman bagi kemajuan daerah,” tambah Jabbar.

Dengan demikian, Jabbar yang juga Dosen UMS Rappang menegaskan bahwa harus ada upaya untuk memastikan agar potensi pemuda dapat tersalurkan dan memberikan manfaat semaksimal mungkin bagi pembangunan daerah, pemuda perlu dilibatkan dalam proses-proses pembangunan.

Keterlibatan ini menjadi penting. karena, apabila pemuda berada di luar lingkaran proses pembangunan akan cenderung memberikan potensi negatif dan berpotensi menjadi faktor penghambat pembangunan.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan sebuah payung hukum dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan, pelayanan, pembinaan dan pemberdayaan kepemudaan di Kabupaten Sidrap,” jelasnya.

“Berupa Rancangan Peraturan Daerah tentang Kepemudaan yang diharapkan menjadi instrumen hukum penanggulangan masalah kepemudaan dan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Sidrap di masa kini dan masa mendatang,” sambung Jabbar.

Komentar