oleh

Penerapan BRT Kota Tunggu Hasil Survei Kemenhub

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah melakukan kerjasama dengan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss dan Deutsche Gesellschaft Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman.

Perihal kerjasama itu terkait sinergi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan proyek Sustainable Urban Transport Indonesia Nationally Appropriate Mitigation Action (Sutri Nama).

Dalam hal ini, Penerapan Bus Rapid Transit (BRT) Kota Makassar, yang ditargetkan akan beroperasi pada 2022 mendatang. Namun, sementara ini sistemnya harus menunggu kajian Kememterian Perhubungan RI (Kemenhub) bersama pihak ketiga.

“Mereka sudah 2 kali datang kesini untuk melakukan survey. Mungkin di 2020 akan berlanjut lagi. Tapi sampai sekarang kita belum dapat kira-kira bagaimana anggaran sampai 2020,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said.

Mario mengatakan kerjasama, berupa feasibility study. Yang nantinya pihak Jerman dan Swiss akan menanggung pembiayaan tersebut.

“Pemerintah Swiss dan Jerman cuma untuk memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini, Kementerian Indonesia sudah menunjuk 5 daerah salah satunya Makassar. Bantuannya itu berupa feasibility study, jadi mereka yang menanggung pembiayaan itu,” ujar Mario, Kamis (9/1/2020).

Hanya saja, Mario mengatakan survei tersebut masih sementara berjalan, sehingga belum biaa di pastikan seperti apa sistem yang akan berlaku jika BRT kota sudah mulai beroperasi.

“Misalnya Makassar angkutan massalnya cocoknya apa, kemudian rutenya bagaimana, apakah ada contra flow dan sebagainya itu belum jelas. Nanti dilihat dari hasil survei lapangan,” ungkapnya.

Mario menambahkan apabila hasilnya sudah ada, tentu Pemkot akan menggambarkan sesuai kesanggupan di APBD. Namun, tentunya hal tersebut perlu juga ada bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi. (*)

Komentar