oleh

15 Camat Terbukti Dapat Aliran Fee 30 Persen Akan Dicopot

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Hukum, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, siap mengambil langkah tegas terhadap 15 camat di Kota Makassar apabila terbukti mendapat aliran dana dalam kasus fee 30 persen.

Saat ini, Kepolisian Daerah Sulsel telah melimpahkan kasus fee 30 persen ke kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus yang menyeret mantan Kepala BPKAD Makassar, Andi Erwin Hayya sebagai tersangka utama tersebut termasuk 15 camat se-Kota Makassar.

Terkait dugaan keterlibatan para camat dalam kasus pemotongan anggaran dari tiap Kecamatan itu, Iqbal mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum atas kasus yang merugikan keuangan negara itu.

“Biarkanlah pengadilan yang uruslah. Itu urusannya pengadilan,” singkat Iqbal.

Iqbal menegaskan, dirinya siap mencopot para camat dari jabatannya sesuai aturan yang berlaku, bila para camat terbukti terlibat dalam kasus fee 30 persen. Namun, bila secara hukum para camat tidak terbukti melakukan penyelewangan anggaran dirinya siap mempertahankan para camatnya.

“Masih ‘kalau-kalau’ nda usahlah dulu. Sesuai aturan saja. Kalau terbuktikan tidak bersalah masa mau dicopot,” ungakpnya, Jumat (10/1/2020).

Sebelumnya, ke-15 camat yang saat ini menjabat pernah di copot oleh Danny Pomanto, ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar. Salah satu alasan pencopotannya karena tersandung kasus fee 30 persen.

Namun, setelah Iqbal masuk menjabat Pj Wali Kota, ke 15 camat tersebut dikembalikan ke posisinya sebagai imbas atas pembatalan 39 SK walikota sebelumnya. (*)

Komentar