oleh

BI Genjot Penggunaan QRIS

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Bisnis, Ekobis, Keuangan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bank Indonesia terus menggenjot realisasi QR Code Indonesia Standard (QRIS) dengan memfokuskan edukasi dan realisasi di pasar tradisional, sekolah dan tempat ibadah.

Fokus tersebut dipilih sebagai wadah untuk lebih mendekatkan QRIS dengan berbagai lapisan masyarakat, utamanya masyarakat menengah kebawah.

Terbukti sejak dilonching pada 17 Agustus 2019 lalu, QRIS mampu menyentuh masyarakat dengan 1,7 juta marchant sebagai pengguna di seluruh Indonesia

“Khusus di Sulawesi Selatan, jumlah pengguna telah menembus angka 36.200 merchant,” kata Direktur Eksekutif Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran, Pungky Purnomo Wibowo dalam Media Briefing Kebijakan Sistem Pembayaran yang di gelar di maxx coffee Phinisi Point, Sabtu (11/01/2019).

Agar lebih masif kata Pungky, kedepannya Bank Indonesia dan OJK akan jalan untuk mengedukasi masyarakat.

“Jangan khawatir soal edukasi, orang Indonesia itu asal diberi contoh pasti tau,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk lebih meningkatkan minat masyarakat menggunakan QRIS sebagai kode transaksi yang sangat bermanfaat, QRIS hadir dengan harga transaksi yang sangat murah.

“Harga transaksinya cukup murah, kalau sebelumnya secara nasional dikenakan hingga 1 persen, sekarang kita lari ke angka 0,7 persen jadi sudah ke bawa. Apakah ini sebagai harga final, insyaallah tidak, BI akan revisi lagi pada saatnya dan di harapkan bisa turun lagi sehingga masyarakat bisa lebih tergerak,” pungkas Pungky. (*)

Komentar