oleh

Pemkot Makassar Siap Ikuti Aturan Pengahapusan Tenaga Honorer

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb sudah mempunyai skenario perihal penghapusan tenaga kontrak jika resmi dari pemerintah pusat.

“Kalau aturannya jelas, resmi, tentu pemerintah sudah punya jalan keluarnya. Pada prinsipnya, kami sudah punya skenario-skenario. Misalnya kalau diberhentikan semua, atau setengah, kami sudah ada skenario soal itu. Kalau banyak honorer, ASN kurang kerjanya. Begitu honorer kurang maka ini ASN akan banyak kerjanya,” ungkapnya.

Iqbal mengatakan, bukan soal setuju dan tidak setuju soal pengurangan tenaga kontrak tersebut. Sebab pemerintah daerah hanya mengikuti perintah dari pemerintah pusat.
Namun, jika hal tersebut benar terjadi Pemkot Makassar hanya mempersiapkan berbagai kemungkinan.

“Bukan soal setuju tidak setuju. Pemerintah daerah itu mengikuti (Pemerintah pusat). Kami berada bukan dalam posisi setuju atau tidak setuju, kecuali kami punya hak suara, kami bisa katakan setuju atau tidak setuju. Kita hanya mempersiapkan berbagai kemungkinan yang terjadi,” tegasnya, Rabu (22/1/2020).

Sebelumnya, pada rapat kerja Komisi II DPR RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), telah disepakati bahwa secara bertahap tak ada lagi tenaga honorer dari lingkungan pemerintahan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dalam pemerintahan memang hanya dikenal dua jenis pegawai yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). (*)

Komentar