oleh

Peran TGUPP Pemprov Sulsel Diragukan

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Memasuki satu tahun keberadaan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengevaluasi ‘pembantunya’ itu. Hasilnya, Nurdin menambah personil dari TGUPP tersebut.

Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, Nurdin akhirnya melantik 3 orang yang dinilai akan memberi kontribusi untuk pembangunan Sulsel pada Jumat, (24/1) lalu. Mereka iyalah M Roem, Muchtar Lutfi A Mutty dan Ariadi Arsal.

Ketiganya memiliki latar belakang politisi. Dimana Muchtar Lutfy A Mutty ialah politisi Partai NasDem yang juga mantan anggota DPR RI, M Roem mantan ketua DPRD Sulsel sekaligus politisi senior Golkar. Sementara Ariadi Arsal ialah Caleg DPR RI Dapil Sulsel I dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebelumnya, Nurdin Abdullah telah membeberkan akan menambah jumlah anggota TGUPP yang sebelumnya berjumlah 7 orang. M Roem dan Muchtar Lutfy memang sudah menjadi incarannya.

Alasan untuk memilih kedua orang itu lantaran NA menilai bahwa keduanya sangat berpengalaman di dunia pemerintahan. Dimana Lutfi pernah menjabat Bupati dan melenggang ke DPR RI.

Sementara M Roem Muin juga punya kapasitas yang sama, yakni pernah melenggang menjadi Ketua DPRD Sulsel, dan beberapa pengalaman di dunia legislatif dan eksekutif.

“Kita harus bangun jaringan ini. Kita kan belum tahu berapa penambahannya, tapi lagi kita sounding-sounding dulu semua, lagi penjajakan siapa-siapa yang akan kita tarik. Yang pasti ada nilai positif untuk percepatan pembangunan Sulsel,” kata Nurdin Abdullah belum lama ini.

Namun, Pakar Pemerintahan Universitas Patria Artha, Bastian Lubis menganggap bahwa kehadiran TGUPP di Sulsel sama sekali tidak membawa perubahan apapun. Tanggungjawabnya untuk memberi kontribusi dalam percepatan pembangunan belum terlihat.

Terbukti dengan tidak tercapainya janji-janji Nurdin Abdullah. Misalnya membangun rest area, rumah sakit regional milik Pemprov, dan beberapa rencana pembangunan lainnya. Terkait pembangunan jalanan di Seko Luwu Utara juga baru dilakukan baru-baru ini, itupun dianggap sebagai proyek warisan Syahrul Yasin Limpo.

Komentar