oleh

Mahasiswa DKV FSD UNM Gelar Pameran Ragam Budaya

Editor : Lukman Maddu-Edukasi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Delapan karya tugas akhir dipamerkan mahasiswa desain komunikasi visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar, di Gedung Fakultas Seni dan Desain, Selasa, 28 Januari 2020.

Dari delapan karya seni yang mengangkat budaya di masing-masing daerah, salah satunya karya milik mahasiswa jurusan desain komunikasi visual, Askhabul Kahfi Fathoni, yang memberi inovasi terbaru bagi museum Istana Langkanae Kota Palopo.

Mahasiswa angkatan 2015 itu membuat scan barcode penanda museum. Sehingga memudahkan pengunjung, atau wisatawan mengetahui sejarah dan cerita dari benda-benda pusaka dalam museum tersebut.

“Mulai dari pintu masuk, sampai dengan pajangan benda pusaka pengunjung tinggal scan barcode dari gadgetnya, semua pengetahuan tentang benda dan museum bisa langsung ditahu,” kata Askhabul Kahfi.

Menurutnya, ide tersebut sengaja dibuat karena selama ini museum tersebut tidak mempunyai penanda visual. Diharapkan juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kebetulan saya orang sana jadi saya angkat, pengerjaannya kurang lebih tiga bulan seusai arahan dari kampus,” tuturnya.

Selain Askhabul, mahasiswa lainnya Bilyan Putra Sari, juga mencoba mengangkat pariwisata Maros. Membuat visual branding semacam destinasi wisata yang ada di Maros. Alasannya karena sejak 2017 hingga 2018 tingkat pengunjung wisatawan disana terus menurun. Padahal Maros mempunyai banyak tempat wisata yang menarik dikunjungi seperti Bantimurung, dan Kars.

“Saya buat sesuatu yang mengangkat citra Maros dengan kesan eksotik sesuai dengan ciri khasnya,” katanya.

Diketahui, pameran tugas akhir tersebut akan berlangsung hingga Rabu (hari ini), 29 Januari. Diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk memberikan karya-karya menariknya.

“Kita berharap mahasiswa bisa lebih siap lagi kedepannya untuk memberikan karya menariknya, tentunya bisa membuka lapangan kerja untuk mereka,” tutur Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, Saleh Husein. (*)

Komentar