oleh

Kondisi Seperti Apa Saja Ibu Hamil Diperbolehkan Minum Obat Penguat Kandungan?

Editor : Ashar Abdullah-Gaya Hidup, Kesehatan-

BACAPESAN.COM – Obat penguat kandungan kerap diberikan untuk mencegah keguguran, yakni kematian janin sebelum usia kehamilan 20 minggu.

Ini menjadi resep standar bagi wanita dengan riwayat keguguran berulang (lebih dari 3 kali) yang tidak diketahui sebabnya.

Wanita yang baru hamil pertama kali juga kerap diresepkan saat mengalami flek-flek di awal kehamilan, yang bisa menjadi ancaman keguguran.

Obat ini juga biasanya diberikan untuk mencegah persalinan prematur pada wanita hamil dengan usia kehamilan lebih dari 20 minggu, yang tergolong berisiko tinggi.

Faktor risiko yang dimaksud, yaitu:

  1.  Memiliki riwayat keguguran atau melahirkan bayi prematur
  2.  Hamil kembar
  3.  Hamil kembali dengan jarak kurang dari 12 bulan setelah melahirkan
  4.  Memiliki tekanan darah tinggi
  5. Dalam kondisi stres yang tinggi
  6.  Merokok, mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba
  7.  Mengalami masalah pada rahim, serviks atau vagina

Lantas, Apakah Benar Efektif?

Efektivitas suplementasi progesteron dalam mencegah keguguran dan persalinan prematur sesungguhnya sangat individual dan harus dilihat kasus per kasus.

Ini tidak bisa dianggap sebagai obat mujarab untuk semua wanita hamil, karena tiap kehamilan itu unik dan banyak faktor yang memengaruhinya.

Hasil kajian berbagai studi menemukan bahwa suplementasi progesteron cukup efektif untuk mencegah persalinan prematur pada wanita hamil yang berisiko tinggi.

Di luar indikasi itu, efektivitasnya masih meragukan. Bahkan ada studi yang menemukan bahwa wanita hamil yang mendapatkan suplementasi progesteron memiliki tingkat keguguran yang lebih tinggi.

Meski masih pro dan kontra, suplementasi progesteron tetap diresepkan karena tidak banyak pilihan bagi wanita yang terancam atau pernah mengalami keguguran atau riwayat persalinan prematur.

Pada sebagian kasus, suplementasi progesteron memang dapat membantu mempertahankan kehamilan.(Klikdokter)

Komentar