oleh

Wabah Virus Corona Tekan Indeks Saham Hangseng Hingga 2.700 Poin

Editor : Ashar Abdullah-Bisnis, Ekobis, Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Wabah virus Corona menjadi sorotan dunia dengan jumlah kematian yang setiap harinya bertambah.

Peningkatan jumlah kematian tersebut terus signifikan dan telah menyebar ke beberapa negara.

Adanya virus ini telah menyebabkan pengaruh yang luar biasa di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya pada segi kesehatan namun juga terhadap perekonomian.

Dari sisi saham, hadirnya virus Corona memaksa harga saham terus anjlok selama Januari terutama dari segi penjualan Hangseng (Hongkong). Tercatat sejak merebaknya virus ini, penurunan terjadi sebesar 2.700 basis poin.

Branch Manager PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar, Kezia Pingkan D Massie, mengatakan jumlah ini lebih merosot dibandingkan ketika virus SARS merebak beberapa tahun lalu.

“2002 hingga 2003 epidemics SARS mengakibatkan penurunan 3.700 poin, ini terjadi selama setahun. Sedangkan Corona, hanya dalam hitungan satu bulan saja yakni di Januari, epidemicsnya lebih besar dengan penurunan 2300 hingga 2700 poin,” ungkapnya, Selasa (05/02/2020).

Pengaruh tersebut semakin signifikan terutama karena posisi pembukaan pasar Asia berada diurutan kedua yakni di siang hari mendahului pembukaan pasar di Eropa dan Amerika.

“Ada 4 pasar besar, Australia buka pada pagi hari, Asia siang hari, Eropa sore hari dan As malam hari. Tentunya hal ini mempengaruhi saham yang ditransaksikan karena kita di pembukaan waktu kedua yakni di Asia, maka akan berdampak sangat general,” jelasnya.

Namun demikian, Besarnya dampak virus Corona di januari ini diperkirakan Kezia akan berangsur membaik terlebih karena penanganan cepat dari WHO, Pemerintah Cina, dan Pemerintah setiap negara termasuk Indonesia.

“Untuk Penurunan penjualan sudah sampai setengahnya atau bisa dibilang 70%, namun untuk februari agak membaik dengan penurunan hanya 100 basis poin,” katanya.

Terkhusus di Solid Gold Berjangka, Kezia mengatakan penguatan terus dilakukan bagi investor.

“Meski investor kami didominasi Cines yakni sebesar 60%, namun tidak ada pengaruh dan kekhawatiran yang cukup signifikan pada mereka,” tuturnya.

Ia jika menambahkan saat ini solid gold tetap optimis mampu meningkatkan jumlah nasabah hingga 20% selama 2020.

“Investor bisa memanfaatkan harga turun dan naik saham saat ini. Pengaruh Corona ini disatu sisi saham ada penekanan namun disatu sisi investor bisa memanfaatkan penurunan harga dengan membeli saham emas. Kuncinya ada pada konsistensi investor,” tutupnya. (*)

Komentar