oleh

Atasi Pak Ogah, Dinsos Makassar Bentuk Tim Terpadu

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar akan membentuk tim terpadu dalam penanganan pak ogah.

Tim terpadu itu akan diketuai oleh satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar dam n terdiri dari pihak Pemrpov Sulsel, Pemkot Makassar dan antar sektoral.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, pembentukan tim tersebut masih tahap menunggu pembuatan perwali untuk bagaimana menunjang tugas tim terpadu supaya bisa bekerja maksimal dan bisa melahirkan satu solusi yang kongkrit terkait dengan penanganan pak ogah.

“Saya tadi mengusulkan untuk dibentuk tim khusus terkait penanganan pak ogah yang nanti akan diketuai oleh Satpol PP. Tetapi ini juga masih melakukan rapat untuk melakukan perwali atau pembuatan perwali untuk menunjang bagaimana tugas tim ini dapat bekerja maksimal dan bisa melahirkan satu solusi yang konkrit terkait dengan penanganan Poker,” ujar Mukhtar, saat di Balaikota Makassar, Selasa (11/2/2020)

Menurut Mukhtar, munculnya pak ogah dikarenakan adanya ruang yang mereka dapati di Kota dengan kemacetan yang ada sehingga pak ogah muncul.

“Pak ogah Ini tidak berada di fase dimana instansi itu berada. Tapi dia muncul karena ada ruang yang dia dapati di kota dengan kemacetan yang ada, sehingga Pak Ogah itu muncul,” jelasnya.

Dikatakan Mukhtar, pihak dinsos akan berkonstribusi dalam penanganan pak ogah usai ditangkap atau ditertibkan, yakni dengan memberikan alternatif supaya mereka tidak turun ke jalan.

“Khusus Dinas Sosial juga akan berkontribusi dalam hal Bagaimana setelah selesai mereka di jangkau atau ditangkap dan ditertibkan, kemudian nanti tugas dinsos untuk Bagaimana memberikan sebuah alternatif sehingga mereka tidak akan kembali lagi di jalan,” terangnya.

Namun, metode ini sudah pernah dilakukan hanya saja belum terealisasi. Mukhtar beralasan hal tersebut terjadi lantaran tidak adanya tim terpadu dan petugas saling lempar tanggung jawab.

“Sebenarnya metode ini sudah tepat hanya tidak ada tim dan yang lain saling melempar tanggung jawab tapi ini sudah dibentuk tim,” jelasnya. (*)

 

Komentar