oleh

Belum Dites, 12 Peserta CPNS Jeneponto Sudah Gugur

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Jejeth-Jeneponto-

JENEPONTO, BACAPESAN.COM – Ratusan CPNS mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di ruang pola Kantor Bupati Jeneponto, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Selasa (11/2).

Dalam pelaksanaan itu, terpantau peserta mendapat pengawasan ketat oleh para panitia. Bahkan terlihat personel dari Polres Jeneponto turut melakukan pengamanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Syafruddin Nurdin mengatakan pelaksanaan tahapan penerimaan CPNS diamanahkan oleh pemerintah pusat dan provinsi untuk dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto yang ditindaklanjuti oleh Bupati.

Tahapan pengumuman dan pendaftaran secara online mulai bulan November 2019. Terdapat pendaftar sebanyak 5.819 pelamar dari berbagai macam jurusan. Dan peserta yang lulus kelengkapan administrasi sebanyak 5.588.

“Dari 5.588 ini yang lolos administrasi tenaga guru sebanyak 3.729, tenaga kesehatan 998, dan tenaga tehnis 861. Jeneponto diberi kuota oleh pusat sebanyak 167 dengan rincian ada tenaga guru, ada tenaga kesehatan, kemudian tenaga tehnis,” kaya Syafruddin saat menggelar konferensi pers di Kantor Bupati Jeneponto.

Dia katakan, khusus untuk pendaftar disabilitas diberikan sebanyak 3 kuota. Namun tidak satupun yang mengisi untuk Jeneponto.

“Kusus disabilitas di Jeneponto, kesempatan kepada mereka yang disabilitas. Jadi masyarakat Indonesia yang mengalami cacat yang tadinya diberi kesempatan, itu tidak ada yang isi untuk Jeneponto. Padahal ada kuota sebanyak 3,” ucapnya.

Kata dia, ternyata tidak ada guru yang cacat, orang kesehatan yang cacat, tidak ada bidan yang cacat, tidak ada perawat yang cacat, tidak ada tim tehnis lainnya yang cacat itu tidak isi formasi.

“Nanti Jeneponto akan berkurang 167 ada 2 dokter spesialis yang tidak mengisi nanti kuotanya akan berkurang menjafi 165. Yang akan mengisi Formasi ini,” sebutnya.

Lanjut Syafruddin mengatakan, dalam pelaksanaan SKD, panitia pelaksana membagi sebanyak 5 sesi dalam lima hari pelaksanaan.

Komentar