oleh

Virus Korona Diprediksi Berakhir April, Hasrat Beli Emas Dunia Menurun

Editor : Ashar Abdullah-Bisnis, Ekobis-

BACAPESAN.COM – Harga logam mulia emas tertahan karena sejumlah sentimen berisiko membaik seiring dengan penurunan jumlah kasus infeksi virus Korona. Pelaku pasar sedikit tenang ketika efek epidemi tersebut mulai dapat ditanggulangi.

Seperti dilansir laman Reuters, harga emas di pasar spot stabil di posisi USD 1.567,77 per ons pada pukul 01.40 WIB, Kamis (13/2). Sedangkan, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 1.571,60 per ons.

Analis TD Securities, Ryan McKay menyebut, sentimen tersebut menurunkan hasrat beli emas dan mulai melepas di beberapa posisi harga. Sehingga, saat ini faktor yang mendukung pembelian emas adalah sentimen The Fed yang mempertahankan suku bunganya di level rendah.

“Emas akan terus diperdagangkan dalam kisaran terikat tetapi faktor mendasarinya yang mendukung emas adalah Federal Reserve dan bank sentral secara global, terutama ketika suku bunga dipertahankan sangat rendah,” ujarnya, Kamis (13/2).

Sebagai informasi, Tiongkok melaporkan sejumlah kasus virus Korona yang baru pada tingkat terendah sejak akhir Januari. Bahkan penasihat medis senior memperkirakan wabah tersebut mungkin berakhir April.

Sementara itu, Chairman The Fed, Jerome Powell mengatakan kepada Kongres bahwa ekonomi AS berada di posisi yang bagus. Meski demikian tetap mewaspadai ancaman potensial dari epidemi virus Korona dan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi jangka panjang.

Namun, masih belum jelas sejauh mana pertumbuhan ekonomi akan menerima pukulan dari virus yang menyebar cepat tersebut yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.100 orang hingga menutup bisnis di Tiongkok serta mengguncang pasar keuangan sejak akhir Januari.

Sedangkan logam mulia lainnya, seperti paladium, melonjak 2,4 persen menjadi USD 2.396,68 per ous, perak turun 0,7 persen ke level terendah dalam satu pekan yakni USD 17,50 per ons. Sementara platinum menyusut 0,6 persen menjadi USD 963,43 per ons. (JPC)

Komentar