oleh

Walikota Parepare Harap Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2021 Transparansi

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota Parepare, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar Konsultasi Publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021, di Ballroom Hotel Kenari Bukit Indah, Kamis (13/2/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Parepare Hj Andi Nurhatina Tipu, Wakil Walikota Parepare H Pangerang Rahim, Sekretaris Daerah Kota Parepare H Iwan Asaad, Asisten Sekretariat Daerah Kota Parepare, Staf Ahli, Beberapa Kepala SKPD, Kabag, Kasubag Program, Camat dan Lurah, serta Ketua LPMK Se Kota Parepare.

Kegiatan Konsultasi RKPD itu bertujuan untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada Kepala perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan dan saran untuk pembangunan Parepare ke depan.

Kepala Bappeda Kota Parepare, Syamsuddin Taha dalam laporannya menyampaikan, Konsultasi Publik itu dilakukan bertujuan untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD Kota Parepare tahun 2021 berdasarkan saran dan masukan yang tertuang dalam berita acara kesepakatan Konsultasi Publik.

Sementara itu, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe yang membuka Konsultasi Publik dalam sambutannya menyampaikan, jika berbicara konten konsultasi publik, maka hakekatnya adalah transparansi.

Transaparansi itu kata dia, dalam hal keterbukaan, yang berkaitan dengan apa yang akan diprogramkan untuk tata kelola pemerintahan yang komprehensif di tahun anggaran 2021.

“Ini berkaitan dengan rencana kerja kita sebagai organisasi pemerintahan dari semua lini, sektor tanpa terkecuali. Itulah kita hadirkan duduk bersama dengan stakeholder para ketua lpmk, dan lain-lain, dan mengkrucut nantinya pada rumusan Musrenbang tingkat Kota atau Rumusan akhir,”papar Taufan.

Lanjut Taufan menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya dilakukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja, tapi output dan outkam kegiatan ini dapat menghasilkan suatu rumusan yang nantinya akan menjadi acuan bersama.

“Saya akan coba mengubah paradigma, jangan hanya menggugurkan kewajiban karena hanya dalam DPA, tapi betul-betul substansinya adalah hasil yang akan kita pedomani bersama, untuk membangun kota yang kita cintai,”tandas Taufan.
(***)

Komentar