oleh

Ingin Nikahi Gadis WNI Lewat Jalur Pelabuhan Tikus, Warga Filipina Dideportasi Imigrasi Parepare

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian, yaitu pendeportasian terhadap warga asal Filipina.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Hendy Darmawan, dalam konferensi pers yang dilakukan di Ruang Media Center Imigrasi, jumat (21/2/2020).

Hendy menjelaskan, deportasi itu dilakukan berawal saat pihaknya menerima laporan dari anggota timpora Disdukcapil Kabupaten Sidrap bahwa, seorang Warga Filipina bernama Jerry (32), datang mengurus dokumen pernikahan untuk menikahi seorang gadis yang merupakan Warga Negara Indonesia, inisial S (24) asal Sidrap.

“Datang ke Indonesia dengan tujuan untuk menikahi gadis pujaan hatinya yang telah dikenal kurang lebih 7 tahun, yang tinggal di Kabupaten Sidrap,” jelasnya.

Namun kata Hendy, keberadaan Warga asal Filipina itu tidak dilengkapi surat izin tinggal di Indonesia. Dari hasil pengawasan oleh Tim Inteldakim Imigrasi Parepare, WN asal Filipina itu diketahui, berada di Indonesia tepatnya di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap sejak 5 januari 2020 lalu.

“Tidak memiliki izin tinggal, dia masuk ke Indonesia, melalui pelabuhan tikus yang tidak resmi, yang dibantu oleh seseorang di Tawau, Malaysia untuk masuk ke Wilayah Nunukan Indonesia, dan melanjutkan perjalanan ke Parepare menggunakan kapal laut lalu ke Kabupaten Sidrap,” bebernya

Atas pelanggaran Keimigrasiannya, WN asal Filipina itu akan dideportasi oleh Imigrasi Kelas II TPI Parepare ke Negaranya kembali melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan rute, Manado ke Davo di Filipina pada, senin (24/2/2020) mendatang.

“Saat ini, yang bersangkutan kita amankan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare sambil menunggu jadwal untuk di deportasi ke Negaranya Filipina,” tambahnya.

Pada kegiatan itu juga, Hendy menghimbau kepada warga maupun awak media, agar senantiasa memberikan informasi atau laporan jika dicurigai ada warga negara asing.

“Bilamana ada warga asing yang berdomisil di sekitar kita, segera melaporkan, hal ini kita lakukan untuk menjaga keamanan Negara Indonesia,” tutup Hendy, sebelumnya juga bertugas di Rumah Detensi Imigrasi Pusat, selama 2 tahun.
(***)

Komentar