oleh

Capai Pertumbuh 26 Persen di 2019, Kalla Lines Prediksi Pertumbuhan Lebih di 2020

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan pengiriman kendaraan, Kalla Lines terus mengalami pertumbuhan.

Di tahun 2019 lalu, perusahaan yang menghadirkan layanan sejak 1989 ini mencatatkan pertumbuhan hingga 26 persen dibanding tahun 2018.

Pertumbuhan ini pula membawa Kalla Lines untuk mengembangkan layanan baru serta ekspansi ke wilayah barat dan tengah Indonesia untuk tahun 2020 ini. Selain itu, Kalla Lines akan terus meningkatkan mutu layanan hingga pada bisnis inti secara keseluruhan.

“Target pertumbuhan diprediksi akan lebih besar karena sebanyak 3 (tiga) unit kapal akan dioperasikan secara penuh disepanjang tahun 2020, demikian juga halnya dengan pelayanan integrasi logistik yang sudah dicanangkan dan berjalan sejak tahun 2019,” ujar Muhammad Naim selaku Chief Operation Officer Kalla Lines, Jumat (28/02/2020).

Target pertumbuhan yang diprediksi Kalla Lines sejalan dengan optimisme pasar untuk layanan door to door yang akan semakin naik, seiring dengan peningkatan kapasitas Integrated Kalla Logistics Services.

“Berdasarkan data dan fakta di lapangan, pertumbuhan bisnis pengiriman didominasi pada jenis kendaraan penumpang atau pasanger car dari total pencapaian sebanyak 90 % yang didominasi pengiriman kendaraan dari rute Jakarta -Makassar PP, sedangakan rute Makassar ke Balikpapan dan Jakarta ke Balikpapan PP dengan berkontribusi sebesar 10 %, Pasar ini diprediksi akan tumbuh signifkan seiring dengan pengembangan Infrastruktur di Ibu Kota baru,” lanjut Naim.

Disisi lain, geliat bisnis Kalla Lines terkait perkembangan pasar otomotif jenis passanger atau roda empat. Namun, armadanya dapat mengangkut juga type kendaraan ukuran truk sedang, truk besar dan alat berat berbagai type.

Lebih jauh menurut Muhammad Naim, Kalla Lines juga mengoperasikan kapal Tanker Oil Kapasitas 1,500 mt yang melayani kebutuhan angkutan oil/cair yang dilengkapi dengan fasilitas heater/pemanas cargo.

“Beberapa mitra kami secara korporasi sudah terikat kontrak dengan kami dan memberikan kepercayaan untuk mengirim produk cair dan oil serta kendaraan-kendaraan bisnisnya ke berbagai wilayah meliputi dealer-dealer mobil, showroom, manufaktur, kontraktor dengan berbagai kendaraan roda empat sampai alat berat,” sambungnya.

Selain itu, Kalla Lines juga berbenah secara internal dengan melakukan peningkatan kapasitas karyawan dan fasilitas lapangan.

“berbagai upaya akan dan telah dilakukan, yaitu salah satunya adalah peningkatan kompetensi layanan tenaga bongkar muat, kompetensi pelayanan driver di transporter darat, strategi yang paling kuat yang telah kami jalankan yaitu mendorong sepenuhnya integrasi Kalla logistik itu menjadi layanan door to door seperti yang sudah kami sampaikan di peresmian layanan Integrated Logistics kami beberapa waktu yang lalu,” jelasnya.

Adapun layanan Integrated Kalla Logistics memiliki sertifikasi layanan berstandar ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 9001:2015, OHSAS 18001:2017 yang akan menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan yang berbasis manufaktur, kami mengembangkan dan menerapkan sistem IT yang memungkinkan pengoperasian pemesanan, delivery hingga report muatan itu sendiri diatur menggunakan sistem, sehingga kualitas dan ketepatan waktu bisa terjamin hingga ke tangan pelanggan dengan baik

Sea Logistic Kalla LINES (Shipping & Stavedorring) kini telah menjamin kualitas pelayaran dan bongkar muat berstandar Internasional setiap 6 bulan sekali, seluruh armada kapal kalla Logistics selalu menjalani proses pemeriksaan dan service berkala (Docking) demi menjamin Kualitas Armada tetap prima serta petugas yang melayani stevedoring (bongkar-Muat), telah diikutkan pelatihan dan mendapat sertifikat khusus.

”tak hanya proses layanan cepat, dari sisi keamanan kendaraan di atas kapal menjadi perhatian utama Kalla Lines. Itu dimulai dari memastikan posisi dan jarak antara kendaraan, memastikan lasingan atau pengikat mobil terpasang dengan erat di setiap sisi, serta menjaga kuota angkutan tidak terlalu penuh,” tutup Muhammad Naim. (*)

Komentar