oleh

Parpol Berebut Wakil

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Pilkada, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Wajib koalisi untuk pemenuhan syarat pengusungan pasangan calon (Paslon) menjadikan Pilkada semakin dinamis.

Posisi papan 2 atau calon wakil pun menjadi rebutan partai politik (Parpol). Belum jelasnya sosok calon yang akan digandeng membuat sejumlah parpol saling lontarkan harapan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid mengaku telah menyiapkan kader diposisi 01 maupun 02 di sejumlah daerah. “Misalnya di Barru kita siapkan Salahuddin Rum mendampingi Malkan Amin,” ujar Kadir Halid.

Di Toraja Utara ada nama Frederik Victor Palimbong. “Tapi untuk kandidat 01 kita belum tahu siapa karena ada dua nama kandidat yang dikirim ke DPP. Yakni Frederik Batti Sorring dan Yohanis Bassang (Ombas),” ucapnya.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin mengatakan, ada beberapa kader yang ingin menjadi kandidat 01 maupun kandidat 02. “Kita masih menunggu survei. Setelah ada survei baru kita akan umumkan,” katanya.

Hanya saja, Wakil Ketua DPRD Sulsel ini tidak ingin memaksakan kader mereka maju jika pada pada akhirnya kalah. “Posisi 02 seperti di Luwu Utara, Tana Toraja dan Toraja Utara,” jelasnya.

Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) sebelumnya mengancam tak akan memberikan rekomendasi kepada kandidat jika tak memilih kadernya sebagai 02. “Misalnya Pak Danny tak menggandeng salah satu kader PDIP maka dengan senang hati PDIP akan meninggalkan Danny,” tegasnya.

“Selama ini ada dua kader kami sering kami sampaikan ke publik. Bahkan sudah jalin komunikasi dengan Danny dengan modal 6 kursi. Kelak jika Danny pilih figur lain sebagai wakil, maka kami akan mencari calon lain,” lanjut RPG.

Anggota DPRD Sulsel ini mengaku hanya menargetkan calon wakil atau 02 di Pilwali Makassar 2020. “Kami mendengarkan aspirasi rakyat, kami mendengarkan tokoh, kami memperhatikan hasil survei, kita tetap jalan kok, yang jelas bagi kami 02 adalah kader dari PDIP,” turur RPG.

Ia mengaku, ada empat nama calon wali kota yang masuk radar PDIP. Seperti Pilwali Makassar, mereka adalah, Danny Pomanto, Munafri Arifuddin, Irman Yasin Limpo dan Syamsu Rizal. “Tentu keempat inilah yang kami lakukan penjajakan dengan kader kami, kader kami ada Yaqkin Padjalangi dan Taufiqqulhidayat Ande Latif (Onasis),” ucapnya.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif tak mempersoalkan pendamping Danny Pomanto. “Siapapun calon tawaran partai lain ke Danny sah saja, kami NasDem juga ada beberapa nama. Hanya saja kaka ketua pak RMS telah memberikan sinyal pak Danny-None. Tergantung persepsi publik,” jelasnya.

Syaharuddin Alrif juga menegaskan usungan partai NasDem di Pilwali Makassar tidak bisa diubah lagi. Sebab, NasDem mengusung kadernya sendiri, Danny Pomanto untuk bertarung.

“Tidak akan berpindah ini rekomendasi. Kita sah mengusung kader sendiri di Pilwali Makassar. Pak Danny Pomanto kader NasDem yang harus kita menangkan,” tegas Syaharuddin Alrif.

Bakal Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengakui diberikan tawaran oleh calon partai koalisinya untuk menggandeng masing-masing kader.
Ada empat partai yang disebut Danny kelak akan menjadi parpol koalisinya. Diantaranya, NasDem, PDIP, Demokrat dan Golkar.

Danny mengaku NasDem mencoba untuk memaketkan dirinya dengan Irman Yasin Limpo alias None. Namun belum bisa diputuskan lantaran syarat dukungan partai belum cukup jika hanya NasDem saja yang memberi rekomendasi.

“Saya kira pilkada tahun ini menarik, karena banyak tokoh-tokoh yang bagus yang ingin terlibat menjadi pasangan kami,” ucap Danny Pomanto.

Bukan hanya NasDem, PDIP juga menawarkan kadernya yakni Yaqkin Padjalangi untuk menempati posisi 02. Selanjutnya Partai Demokrat juga siap berkoalisi jika DP bersedia disandingkan dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali.

Komentar