oleh

Data BPS, Angka Kemiskinan di Parepare Menurun

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Angka kemiskinan di Kota Parepare terus mengalami penurunan selama era kepemimpinan Taufan Pawe (TP) sebagai Wali Kota Parepare.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 3 Maret 2020 lalu, menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, mulai 2013 hingga akhir 2019.  

Data BPS menunjukkan tahun 2013 penduduk miskin di Kota Parepare berada pada persentase 6,38 persen. 

Tahun pertama menjabat  TP berhasil menurunkan persentase angka kemiskinan di 2014 menjadi 5,88 persen. 

Meski sempat naik di tahun kedua kepemimpinannya di tahun 2015 sebesar 6,08 persen, namun TP kembali berhasil menekan hingga mencapai persentase 5,73 persen pada tahun 2016. 

Penurunan angka kemiskinan kembali terjadi di 2017, 2018, dan hingga akhir 2018.  

Tercatat persentase kemiskinan di Parepare pada 2017 yakni 5,70 persen lalu turun signifikan menjadi 5, 59 persen pada 2018 hingga akhirnya menorehkan angka 5,26 persen pada akhir tahun 2019. 

Kepala BPS Parepare, Guruh Wahyu Martopo mengungkapkan, data tersebut diambil dari hasil survei Susenas BPS yang menunjukkan tingkat kemiskinan di Parepare terjadi penurunan, kini hanya 5,26 persen dari total penduduk.

“Kemiskinan di Parepare turun setiap tahun dan kini mencapai 5,26 persen. Termasuk juga terjadi penurunan terhadap jumlah jiwa masyarakat miskin, dari 8,01 ribu jiwa menjadi 7,62 ribu jiwa atau 5,26 persen,” papar Guruh Wahyu.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin kata Guruh Wahyu, sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan yang mengalami peningkatan berdasarkan pengeluaran perkapita penduduk miskin setiap bulannya. 

“Berdasarkan perubahan garis kemikisnan, tahun 2013 pengeluaran perkapita masyarakat miskin di 2013 adalah Rp 248.270, lalu di 2014 meningkat menjadi Rp 256.303 atau 3,24 persen. Tahun 2015 naik lagi menjadi Rp 270.508 atau 5,54 persen. Tahun 2016 naik lagi menjadi Rp 281.951 atau 4,23 persen. Tahun 2017 kembali meningkat menjadi Rp 292.685 atau 3,81 persen. Tahun 2018 juga sama meningkat menjadi Rp 308.337 atau 5,35 persen, dan terakhir tahun 2019 meningkat cukup signifikan menjadi Rp 328.839 atau 5,03 persen,” papar Guruh Wahyu. 

Berdasarkan grafik, persentase penduduk miskin di Parepare lebih rendah dibandingkan di Sulawesi Selatan.  Parepare 5,26 persen sedangkan Sulsel 8,69 persen. 

“Pencapaian penurunan angka kemiskinan di Parepare sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari besaran angka kemiskinan di Provinsi Sulsel, yakni Parepare 5, 26 persen dan Sulsel 8,69 persen di akhir tahun 2019. Demikian juga setiap tahunnya dari 2013 sampai 2019 Parepare lebih rendah,” tandas pria berkacamata ini. 

Terpisah, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengatakan, turunnya angka kemiskinan tidak terlepas dari kerja nyata dan komitmen pemerintah daerah melakukan pemerataan pembangunan di setiap wilayah.

“Pemerataan ini memicu pertumbuhan ekonomi di setiap sudut Kota Parepare meningkat. Apalagi didukung dengan beberapa sektor jasa sebagai visi Kota Industri Tanpa Cerobong Asap, baik pada sektor kesehatan, pendidikan maupun pariwisata,” tandas Walikota dua periode ini.
(***)

Komentar