oleh

RS Bhayangkara Tiadakan Jam Besuk

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulsel mulai mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan jam besuk. Itu dilakukan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi tempat menyebarnya virus corona.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kombes Pol Farid mengatakan setelah adanya instruksi yang dikeluarkan oleh Presiden untuk tidak berkerumun dan menjaga jarak, pihaknya kemudian memberlakukan budaya berperilaku pengunjung yang sehat.

Budaya berperilaku pengunjung yang sehat ini kata Ia dengan membatasi aktivitas berkumpul yang ada di Rumah sakit dan tidak membolehkan penjaga pasien lebih dari satu orang.

“Kami ini Tidak memberlakukan jam besuk.karena ada seruan pemerintah untuk menghindari pertemuan, untuk penjaga pasien juga kami batasi, hanya satu orang, kalau dia dirawat di ICU dua orang keluarga, terkecuali ada keadaan yang mendesak misalnya pasien gawat darurat, itu kita berikan kelonggaran,” katanya

Kata Farid Langkah itu diambil juga untuk melindungi pasien dari penularan penyakit lain. Karena orang sakit rentan sekali untuk tertular penyakit tersebut.

” ini juga bagian dari menjaga pasien untuk tidak tertular, karena orang sakit ini kan rawan sekali tertular, logikanya begini orang sehat aja bisa tertular, apalagi yang sakit, jadi saya imbau agar mari kita sama sama menjaga diri, menjaga keluarga kita untuk tidak terkena virus covid 19 ini,” katanya.

Farid juga meminta kepada Masyarakat untuk mengikuti Instruksi presiden agar menghindari kontak dan mengambil jarak dari kerumanan. Karena penularan virus ini sangat cepat, baik itu melalui kontak langsung dan tidak langsung.

” Karena menularnya Dari manusia ke manusia, yakni lewat tromblet cairan dari glukosa, hidung mulut dan bila dan oleh kita terpegang secara atau tidak langsung itu bisa tertular sama kita,” katanya.

Selain meniadakan Jam besuk, Rumkit Bhayangkara juga melarang untuk membawa makanan dari luar. Karena higienitasnya tidak terjamin, dan justru membuat pasien kembali jatuh sakit.

” Tidak diberlakukan membawa makanan dari luar, rumah sakit ini sudah menyiapkan makanan yang gizinya terjamin, sanitasinya terjamin, dan higienitasnya, dan tidak boleh kumpul kumpul makan diruang perawatan, ini budaya juga harus dirubah karena jangan sampai itu membuka ruang untuk menularnya covid19 ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, untuk setiap penjaga pasien kesehatannya diperiksa dengan menggunakan pemeriksaan suhu badan.

“Bila ada pengunjung yang panasnya melebihi batas normal, kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kalau dia mau kita arahkan dia untuk berobat, dan tidak diperbolehkan menjaga pasien,” tutupnya. (*)

Komentar