oleh

Anggota DPRD Takalar Diduga Terlibat Pengrusakan Kawasan Hutan

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sulawesi Selatan melakukan operasi gabungan pengamanan hutan Suaka Margasatwa Ko’mara di Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (21/3/2020) kemarin.

Operasi gabungan pengamanan hutan Suaka Margasatwa Ko’mara kali ini melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel, Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulsel, Polda Sulsel, Dandenpom XlV/4 Makassar, KPH Jenebarang ll.

Dalam operasi gabungan itu yang dipimpin oleh Kepala Bidang BBKSDA Sulsel, Ir. Ahmad Yani diketemukan pengrusakan hutan yang diduga kuat pelakunya salah satu oknum anggota DPRD Takalar berinisial JB.

“JB ini diduga telah melakukan pengrusakan hutan dengan cara membuka pengerjaan jalan wilayah hutan Suaka Margasatwa Ko’mara sepanjang 1,2 Kilometer (KM) dengan lebar 6 Meter. JB juga diduga melakukan pengrusakan pohon dari jenis jati, pohon bitti, pohon beringin,” kata Ahmad Yani.

Lebih lanjut dikatakan Ahmad Yani, bahwa pihaknya saat ini juga telah mengamankan satu alat berat berupa exacavator yang diduga digunakan JB melakukan pengrusakan hutan.

“Sebenarnya hari ini juga kami mau sita alat beratnya, tetapi karena tidak mau distarter ya kami titip di kepala desa Barugaya dulu. Untuk pengembangan kasus ini kami sementara mencari operator exacavator dan mandor jalan tersebut,”tutup Ahmad Yani.

Sementara, JB yang dikonfirmasi membantah jika dirinya melakukan pengrusakan hutan milik Kehutanan. Diakui JB kalau hutan yang digarabnya adalah tanahnya sendiri.

“Lahan itu milik saya tetapi diakui pihak Kehutanan. Dasarnya pihak Ketuhanan apa? Sementara lahan itu ada bukti rincinya di Pemerintah Desa. Harusnya pihak Kehutanan yang diproses karena mau mengambil tanah saya,” tegas JB. (*)

Komentar