oleh

Disdik Sulsel Bakal Evaluasi Kebijakan Belajar di Rumah 

Editor : Ashar Abdullah-Edukasi, Sekolah-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kebijakan Pemerintah Provinisi Sulawesi Selatan berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo untuk memindahkan kegiatan belajar di sekolah ke rumah telah diterapkan pada 18 Maret lalu.

Namun sayangnya, dibeberapa daerah d Indonesia, banyak siswa yang justru memanfaatkan hal itu untuk pergi ketempat-tempat wisata. Sehingga hal itu kembali menjadi kekhawatiran pemerintah. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Sulsel akan melalukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas belajar di rumah tersebut.

Plt Kadis Pendidikan Sulsel, Basri mengatakan, masyarakat khususnya orangtua siswa harus memahami tujuan adanya kebijakan ini. Demi mencegah mewabahnya virus Corona yang sudah menggerogoti banyak manusia perlu dilakukan sosial distancing. Salah satu upaya untuk mewujudkannya bagi anak sekolah yakni dengan meliburkan kegiatan di sekolah.

“Sebenarnya sangat efektif karena mereka tidak berkumpul lagi di sekolah dan tidak keluar dari rumahnya pasti akan memutus mata rantai, karena sudah di rumah,” ucap Basri, Minggu (22/3).

Pihak sekolah berharap agar masing-masing orangtua untuk mendampingi anaknya selama kurang lebih 2 minggu. Orangtua diharapkan memastikan bahwa anaknya tetap belajar dan tidak melalukan perjalan ke luar rumah, apalagi pergi berlibur di tempat wisata.

“Jadi ini bukan waktu untuk berlibur, sangat fatal itu kalau ada siswa atau bahkan orangtua yang mengajak anaknya berlibur. Itu sama saja tidak mematuhi imbauan pemerintah,” katanya.

Sejauh ini belum ada punishment yang diberlakukan pihak Disdik jika mendapati siswa sedang berlibur. Progres, kendala, ataupun masalah pada pola belajar 14 hari di rumah akan dievaluasi hari ini, Senin (23/3) melalui video conference antara Disdik Sulsel, Disdik Kab/kota, dan seluruh Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB.

“Kita mau dialog sama kepala sekolah, untuk mengecek sejauh mana efektivitas peralihan penggunaan belajar dari rumah. Rencananya kita mau vcon di 24 kab/kota di Sulsel. Bagaimana Hambatan dan pelaksanaan dan apa yang perlu dinenahi. Yang pasti disini kita sudah melakukan langkah taktis berdasarkan juknis dan edaran menteri pendidikan,” jelasnya.

Komentar