oleh

Satu Pasien Asal Pinrang Positif Covid-19

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Al Amin-Daerah, Headline, Parepare, Pinrang-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengumumkan kasus baru positif Virus Corona di Sulsel. Pengumuman yang dilakukan melalui konferensi pers via aplikasi zoom itu disebutkan ada dua kasus baru di Sulsel, Selasa (24/3).

“Data hari ini, sesuai yang diinformasikan oleh pemerintah pusat bahwa di Sulsel ada 2 kasus baru sehingga data di Sulsel menjadi 4. Mereka adalah pasien 309 dan 557,” kata Ichsan, saat konferensi live.

Ia membeberkan, jika ke dua pasien masih dalam proses rawat, hanya saja khusus pasien 309 merupakan pasien positif covid-19 asal Makassar, pasien tersebut dinyatakan positif di Jakarta namun karena sudah berangsur membaik maka dipulangkan ke Makassar.

“Pasien 309 dirawat sebelumnya di Jakarta, pemeriksaan siapnya di sana, kemudian dirujuk ke Makassar tanggal 20 Maret, dia melakukan pemeriksaan kesehatannya ke RS Grestelina. Ini menjadi prosedur kementerian karena sudah tidak ada gejala maka dikembalikan ke asalnya. Meski sudah membaik, namun saat ini pasien dianjurkan untuk isolasi diri di rumah karena pasien sudah sehat,” beber Ichsan kepada awak media.

Kata dia, gejala yang dialami yakni demam, sakit kepala, batuk dan sesak nafas.

Selanjutnya, pasien 557 lanjut Ichsan yakni pasien asal Pinrang yang saat ini sedang di rawat di RS Andi Makkasau.

“Jadi pasien 557 ini berasal dari Kabupaten Pinrang, ia pernah pergi umroh pada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020. Nah pada 18 Maret dia dirawat di RS Fatimah Parepare, kemudian 17 Maret, pasien dirujuk ke RS Andi Makkasau Parepare. Gejalanya sama, mengalami demam, sakit kepala, dan batuk. Saat ini kondisi pasien dalam keadaan membaik itu informasi dari dokter di RS Andi Makkasau. Hari ini dinyatakan positif covid19,” jelasnya.

Meski begitu, Ichsan tidak membeberkan secara detail terkait identitas pasien, berupa jenis kelamin dan alamat pasien.

“Tidak bisa kita umumkan identitas lengkap pasien jika pasiennya sendiri yang menolak, saya kira kode etiknya juga begitu,” pungkasnya. (*)

Komentar