oleh

Legislatif Sulsel Ini Soroti Penutupan Pasar di Tator

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Cherly-Tana Toraja-

TANA TORAJA, BACAPESAN.COM – Dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja (Tator) telah mengambil beberapa langkah seperti penutupan objek wisata dan pasar.

Namun penutupan pasar yang dilakukan pemkab Tator, disoroti oleh Anggota DPRD Sulsel, John Renden Mangontan atau yang akrab disapa JRM. Dirinya meminta pemkab meninjau kembali kebijakan untuk menutup pasar.

Mengingat pasar merupakan salah satu pusat perekonomian, sehingga jika ditutup akan berdampak besar kepada masyarakat terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok yang akan terhambat.

“Menutup total pasar itu tindakan berlebihan saya kira. Yang perlu dilakukan mungkin mengedukasi masyarakat tentang social distancing dan menyediakan fasilitas cuci tangan di pasar atau hand sanitizer di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Tempatkan petugas di pasar yang setiap waktu mengedukasi masyarakat tentang bagaimana mengantisipasi virus corona,” kata JRM, Kamis 24 Maret 2020.

Lebih lanjut dijelaskan JRM bahwa tidak perlu menutup pasar, tapi melakukan penertiban dan mengatur agar praktek social distancing bisa tercipta. Misalnya dengan mengatur jam operasional pasar atau mengatur jarak antar pedagang dengan pedagang dan pedagang dengan pembeli. Menyediakan fasilitas untuk cuci tangan bagi pembeli dan penjual yang ada di pasar.

“Jadi menurut saya pasar tidak perlu ditutup total. Apalagi pemerintah kabupaten Tana Toraja tidak menyertakan kebijakan lain untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan mandeknya aktivitas ekonomi akibat penutupan tersebut. Kebijakan ini perlu ditinjau ulang,” jelas Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Makale, Ansar kepada media mengatakan bahwa tidak setuju dengan langkah pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19 yang sampai menutup pasar.

“Pasar ditutup tetapi tidak ada kebijakan lanjutan kepada kami, bagaimana nasib kami kalau tidak berjualan, bagaimana pula nasib masyarakat kalau pasar ditutup. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah agar kembali membuka pasar, tetapi dengan membuat batasan jam operasional dan penjual diberikan jarak satu dengan yang lainnya sesuai ketetntuan yang ada. disamping itu kami juga berharap pemerintah menyediakan masker ataupalah untuk mencegah penyebaran virus corona,” kunci Ansar.

Diketahui, sejak Selasa, 24 Maret 2020, beberapa pasar di Tana Toraja ditutup pemerintah, termasuk Pasar Sentral Makale. (*)

Komentar