oleh

Tambang Galian C di Enrekang Diprotes Warga

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Qurniawan-Daerah, Enrekang-

ENREKANG, BACAPESAN.COM – Pengelolaan pertambangan oleh Yayasan Al-Muhajirin di Kabere, Desa Taulan, Kecamatan Cendana, disorot dari pemilik lahan yang digunakan untuk jalan masuk ke lokasi tambang.

Pengelola ini mengklaim jalan tersebut adalah jalan milik pertambangan. Salah satu pemilik lahan, Harbama mengatakan, pihaknya bersama warga lainnya sangat keberatan lahan mereka digunakan sebagai jalan menuju lokasi pertambangan.

Ia menjelaskan, terdapat sembilan orang pemilik resmi lahan tersebut tidak pernah menyetujui penggunaan lahan mereka untuk jalur kendaraan pertambangan.

“Jalan yang dilalui oleh mobil-mobil bertonase berat merusak jalan masuk dan merusak lahan pertanian kami. Lain lagi dengan polusi debu yang beterbangan ke tanaman padi dan tanaman lainnya sehingga membuat hasil panen kami menurun,” ungkapnya.

Pihaknya mendesak pihak kepolisian untuk turun tangan karena selain merugikan pertambangan itu juga meresahkan warga.

Pengelola tambang Yayasan Al Muhajirin, H. Abdullah saat dikonfirmasi mengakui bahwa lahan yang dilalui mobil tambang adalah milik masyarakat, namun sebelum perijinan terbit sudah disepakati dengan pemilik lahan yang difasilitasi pemerintah setempat.

Abdullah juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan dana untuk bulan Februari 2020 sebesar Rp2.500.000.

“Untuk dibagi rata dengan pemilik lahan yang dikoordinir oleh kepala dusun,” tutur Abdullah.

Abdullah menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana untuk pembangunan tanggul di sisi kiri dan kanan jalan tetapi pihaknya masih menunggu sampai musim panen.

“Jalan tersebut sudah diusulkan oleh pemerintah setempat ke Pemda Enrekang untuk mendapatkan anggaran peningkatan jalan namun demikian kami tetap siap memperbaiki dan membenahi jalan tersebut,” jelasnya. (*)

Komentar