oleh

Warga Masih Bingung, Pemkab Takalar Belum Umumkan Jubir Corona

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) menunjuk Juru Bicara (Jubir) untuk menjelaskan berbagai macam hal terkait virus corona atau Covid-19.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan, Kemendagri menginstruksikan hal tersebut untuk mencegah kesimpangsiuran informasi maupun hoaks yang beredar di masyarakat.

Instruksi tersebut juga dilakukan berdasarkan surat edaran Nomor 480/3502/SJ kepada Gubernur serta surat edaran Nomor 480/3503/SJ tanggal 6 Mei 2019 kepada Bupati/Walikota tentang penunjukan juru bicara di Lingkungan Pemerintah Daerah.

“Seluruh Pemda diharapkan mengaktifkan Jubir untuk menjelaskan kepada publik dan pers terkait isu corona, jangan sampai simpang siur,” kata Bahtiar dikutip dari siaran pers Kemendagri, belum lama ini.

Meski demikian ada intruksi dari Kemendagri, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar diduga belum mengumumkan ke publik siapa orangnya yang ditunjuk sebagai juru bicara corona di Takalar.

Hal ini penting diketahui masyarakat Takalar, kata salah seorang warga BTN Bontomate’ne, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Daeng Tanga’ kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Menurut Daeng Tanga’, Pemkab Takalar tak perlu membagikan data pribadi pasien, tapi Pemkab Takalar bisa membagikan informasi lokasi yang pernah dikunjungi oleh orang yang terjangkit corona, atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Iya kurang transparan harusnya yang dilindungi itu privacy pasiennya, bukan riwayat perjalanan atau kontak yang dilakukan pasien,” kata Daeng Tanga’.

Daeng Tanga’ mengatakan apabila Pemkab Takalar sulit membuka data jumlah orang yang terjangkit corona, Pemkab Takalar bisa membuka data riwayat perjalanan orang tersebut demi meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas. Karena itu, bila Pemkab Takalar masih sulit membuka data siapa-siapa yang positif terjangkit corona. Minimal Pemkab Takalar bisa memberikan info tentang daerah tempat tinggal maupun aktivitas korban corona,” tutur Daeng Tanga’.

Lebih lanjut dijelaskan Daeng Tanga’, bahwa harusnya Pemkab Takalar berkaca pada Pemkab Barru yang setiap jam empat sore mengumumkan perkembangan pasien corona.

“Kalau pun sudah ada Jubir corona di Takalar tentunya saya sebagai masyarakat awam ingin mengetahuinya siapa orangnya. Kalau sudah kita ketahui siapa orangnya kan gampang bertanya tentang perkembangan corona di Takalar,” tutup Daeng Tanga’.

Sementara, Wakil Bupati Takalar H Achmad, S.Sos Daeng Se’re yang dikonfirmasi terkait siapa orangnya Jubir Corona yang ditunjuk Pemkab Takalar mengatakan dokter Rahma. (*)

Komentar