oleh

Dewan : Perlu Pengawsan Ketat Untuk Kebijakan Impor Gula Pasir dan Bawang Putih

Editor : Ashar Abdullah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana melakukan impor Gula Pasir dan Bawang Putih. Alasannya, kebutuhan dua item sembako semakin meningkat sehingga terjadi lonjakan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat melakukan video conference dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan sejumlah kepala daerah di Sulsel. Impor gula pasir dan bawang putih buka peluang ke pengusaha lokal.

Berdasarkan pantaua, harga gula pasir diseluruh pasar dikelola PD Pasar mengalami kenaikan Rp15ribu hingga Rp19ribu per Kilogram (Kg) dari HET Rp12,5 ribu per Kg. Artinya, lonjakan harga per Kg mencapai Rp2,5ribu-Rp7ribu.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Komisi C DPRD Kota Makassar, HM Yunus mengatakan, kebijakan untuk mengimportir kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang putih untuk dikaji ulang. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini.

“Koordinasi dengan Bulog dan pemerintah perlu diutamakan. Impor itu opsi terakhir jika di dalam negeri sudah tidak mampu penuhi,” tegas HM Yunus, Minggu (29/3).

Namun, kata Ketua Hanura Makassar ini, upaya untuk melaksanakan impor demi kemaslahatan masyarakat kota Makassar. Maka, dirinya sangat mendukung kebijakan tersebut. Perlu pengawasan yang ketat agar tidak ada oknum yang bermain. “Harus tetap diawasi dan diwaspadai secara ketat,” cetusnya. (*)

Komentar